Strategi Karawang Urai Macet Mudik: One Way hingga Larang Sound Horeg

Strategi Karawang Urai Macet Mudik: One Way hingga Larang Sound Horeg

Irvan Maulana - detikJabar
Senin, 09 Mar 2026 19:45 WIB
Forkopimda Karawang saat mengelar rakor perdana pengamanan arus mudik 2026
Forkopimda Karawang saat mengelar rakor perdana pengamanan arus mudik 2026. Foto: Istimewa
Karawang -

Pemerintah Kabupaten Karawang bersama Forkopimda mulai mematangkan strategi pengamanan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Forkopimda menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat Lodaya 2026 guna memperkuat sinergi antara TNI-Polri dan Pemda dalam menjamin kelancaran arus mudik di titik krusial Jawa Barat tersebut.

Rapat digelar di Aula Lantai 3 Pemda Karawang, Senin (9/3/2026), dipimpin langsung oleh Kapolres Karawang AKBP Fiki Novian Ardiansyah. Kepala Badan Riset Perencanaan Pembangunan Inovasi dan Evaluasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Karawang Ridwan Salam menuturkan, pihaknya telah meminta para camat, khususnya di wilayah yang menjadi jalur mudik, agar memperhatikan fasilitas jalan, terutama Penerangan Jalan Umum (PJU).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami meminta para camat di jalur mudik untuk memastikan fasilitas jalan seperti PJU dan lubang jalan untuk didata, dan sekarang dalam proses perbaikan, dan insyaallah segera tuntas," kata Ridwan.

Selain itu, pada malam takbiran, pihaknya juga meminta para camat untuk menyisir warga yang melakukan pawai dengan menggunakan pengeras suara berlebihan (sound horeg) agar ditertibkan.

ADVERTISEMENT

"Untuk malam takbiran Pak Bupati meminta para camat agar turun memantau, jika masih ada warganya yang melakukan pawai menggunakan sound horeg hingga ke pusat kota, atau di luar zonasi, agar segera ditertibkan. Karena kita sudah bagi menjadi 3 zona agar tidak macet," paparnya.

Ridwan mengungkapkan Dinas Perhubungan Karawang juga menyiagakan 140 personel dan menyediakan program mudik gratis dengan kuota 15 unit bus. "Kami siagakan personel dari Dishub, BPBD, serta pertugas medis, kita juga siapkan 15 bus mudik gratis, dan juga akan fokus pada pengaturan arus lalu lintas untuk memperlancar pergerakan kendaraan," pungkasnya.

Sementara itu, Kapolres Karawang AKBP Fiki Novian Ardiansyah menekankan pengamanan tahun ini bukan sekadar agenda tahunan. Ia meminta seluruh jajaran belajar dari evaluasi operasi sebelumnya.

"Operasi ini jangan dianggap rutinitas biasa. Pengalaman dari Operasi Lilin 2025 harus kita jadikan modal untuk melaksanakan tugas lebih baik lagi. Saya mengajak seluruh stakeholder untuk terus berkoordinasi dan berkomunikasi secara intensif," ujar Fiki.

Selain fokus pada jalur mudik, Fiki juga mengapresiasi inovasi Pemda Karawang yang memecah konsentrasi massa saat malam takbiran melalui penyelenggaraan lomba bedug di tiga zona berbeda.

"Langkah kami nilai sangat efektif mencegah penumpukan warga di pusat kota. Objek wisata juga dipastikan menjadi prioritas pengamanan selama libur Lebaran," kata dia.

Untuk mengawal pergerakan pemudik, sebanyak 785 personel gabungan disiagakan di 17 pos pengamanan (pospam) yang tersebar di jalur tol maupun arteri.

"Kami telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas di Tol Jakarta-Cikampek, mulai dari one way hingga contra flow. Titik rawan macet di jalur arteri seperti Tanjungpura, Simpang Pendeuy, hingga Jalur Pantura akan dijaga ketat oleh tim urai. Kami juga menyiapkan kendaraan derek untuk mengantisipasi kendaraan mogok," ungkap Fiki.

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads