Sebuah unggahan video yang memperlihatkan adanya belatung pada buah jeruk dalam paket program Makan Bergizi Gratis (MBG) viral di media sosial. Temuan tersebut diketahui terjadi di SDN Mekarasih, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.
Dalam rekaman video berdurasi singkat tersebut, seorang perempuan menunjukkan paket makanan yang terdiri dari susu kotak, roti, telur rebus, dan buah jeruk. Perhatian tertuju pada seekor belatung hidup yang merayap di atas meja, yang diduga keluar dari salah satu jeruk yang kondisinya sudah berlubang dan busuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ieu hasil MBG dinten Senen, tah anu tilu hari... tah bilatungna. Tah ieu buktina, bolong jerukna, bilatungna kaluar. (Ini hasil MBG hari Senin, yang tiga hari ini belatungnya. Ini buktinya bolong jeruknya, belatungnya keluar)," ujar suara perempuan dalam video tersebut sambil memperlihatkan kondisi buah.
Ia juga menegaskan bahwa temuan itu bukan rekayasa dan benar-benar berasal dari paket makanan yang dibagikan di sekolah tersebut.
Menanggapi hal tersebut, pihak Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Cidadap Simpenan 03 segera memberikan klarifikasi. Asisten Lapangan SPPG 03 Suhendar mengakui adanya keteledoran dalam proses penyortiran buah yang akan didistribusikan ke sekolah-sekolah.
"Kami memohon maaf kepada penerima manfaat SD Mekarasih. Mungkin dikarenakan keteledoran di kami, ada satu jeruk yang busuk," kata Suhendar saat ditemui, Senin (9/3/2026).
Sebagai bentuk tanggung jawab, Suhendar menyatakan telah berkoordinasi dengan pihak sekolah dan berkomitmen untuk mengganti buah tersebut.
"Sebagai tindak lanjut, kami akan mengganti jeruk untuk satu sekolah di hari Rabu untuk pendistribusian selanjutnya," tegasnya.
Terkait kabar adanya temuan serupa di SMPN 3 Cibuntu beberapa waktu lalu, Suhendar memberikan penjelasan berbeda. Menurutnya, kondisi buah di lokasi tersebut bukan busuk, melainkan rusak karena faktor distribusi.
"Untuk jeruk yang kemarin (di SMPN 3 Cibuntu), sebenarnya bukan busuk. Jeruk itu matang, tapi karena proses distribusi dalam tentengan yang isinya banyak, mungkin tergencet di mobil sehingga pecah," jelas Suhendar.
Mengenai sistem pendistribusian makanan yang dirapel setiap tiga hari sekali, pihak SPPG mengklaim bahwa hal tersebut sudah sesuai dengan aturan terbaru. "Kalau untuk juknis yang update, bisa (dirapel)," pungkasnya.
Ia menjelaskan saat ini, distribusi dilakukan dua kali dalam seminggu, yakni paket untuk Senin-Rabu yang dikirim di awal pekan, dan paket Kamis-Sabtu yang dikirim pada hari Kamis.
(sya/sud)
