Purwasuka Sepekan: Tabrakan Maut di Tol Cipularang

Jabar Sepekan

Purwasuka Sepekan: Tabrakan Maut di Tol Cipularang

Tim detikJabar - detikJabar
Minggu, 08 Mar 2026 19:30 WIB
Kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan di Tol Cipularang, mengakibatkan 2 korban meninggal. (dok.istimewa)
Foto: Kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan di Tol Cipularang, mengakibatkan 2 korban meninggal. (dok.istimewa)
Karawang -

Sejumlah peristiwa terjadi di wilayah Purwasuka (Purwakarta, Subang, Karawang) dalam sepekan ini. Mulai dari 'bolu' yang bikin remaja Karawang dianiaya teman-temannya hingga kecelakaan maut di Tol Cipularang.

Berikut rangkuman berita Purwasuka pekan ini

1. Cinta Terlarang Pria Berkeluarga Berakhir di Saluran Air KJIE Karawang

Misteri jasad perempuan tanpa identitas di saluran drainase Karawang Jabar Industrial Estate (KJIE) Karawang akhirnya terungkap, Polres Karawang akhirnya berhasil menghentikan pelarian sang pelaku tak berlangsung lama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wakapolres Karawang Kompol Andryanto menuturkan, pihaknya berhasil mengungkap temuan jasad perempuan tanpa identitas pada Sabtu (28/2/2026) tersebut ldalam waktu kurang dari 24 jam.

"Setelah kami dapat laporan terkait jasad perempuan pada Sabtu (28/2) pagi tersebut, tim Satres PPA/PPO Polres Karawang bergerak, dan tim gabungan berhasil membongkar tabir gelap di balik kematian tragis tersebut," kata Andry, dalam sesi rilis di Mapolres Karawang, Senin (2/3/2026).

ADVERTISEMENT

Kunci pengungkapan kasus tersebut, bermula dari laporan warga yang masuk pada Sabtu (28/2/2026) sekira pukul 08.30 WIB, dan langsung direspons dengan penerjunan tim olah TKP.

"Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan dari Satreskrim langsung melakukan olah TKP dan penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas korban serta pelakunya," kata dia.

Akhirnya pihak kepolisian berhasil mengungkap identitas korban, yang diketahui bernama Hida (38) seorang wiraswasta asal Kabupaten Ponorogo, yang bermukim di Karawang.

"Korban diketahui menjadi korban dari seorang pria berinisial BIH (24) yang akhirnya kami ringkus di sebuah kontrakan di Dusun Baregbeg, Desa Wanasari, Kecamatan Telukjambe Barat," ungkap Andry.

Motif dari pembunuhan tersebut diketahui merupakan hubungan asmara, dimana Hida menjalin asmara terlarang dengan BIH yang sebenarnya sudah berkeluarga.

"Aksi keji tersebut ditengarai motif asmara, BIH diketahui sudah berkeluarga, menjalin hubungan gelap dengan korban. Korban menuntut minta dinikahi secara resmi hingga kemudian keduanya cekcok di rumah kost korban di Dusun Baregbeg, Desa Wanasari, Kecamatan Telukjambe Barat," ucapnya.

Prahara antara Hida dan BIH pecah pada Jumat malam (27/2) saat BIH mendatangi kamar kos korban. Cekcok hebat tak terhindarkan ketika Hida menuntut untuk dinikahi secara resmi.

"Dalam kemelut emosi itu, BIH melakukan kekerasan fisik, mencekik korban kehilangan nyawa akibat kehabisan napas. Panik melihat korban tak bernyawa, BIH berusaha melenyapkan jejak," ujar Andri.

BIH mengangkut jenazah Hida menggunakan sepeda motor Honda Vario hitam bernomor polisi F 6919 UBA milik korban, lalu membuangnya ke saluran drainase di kawasan KJIE.

Kini BIH harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi, kendati penyidik masih terus mendalami keterangan tersangka untuk melengkapi berkas perkara pembunuhan ini.

2. "Bolu" yang Bikin Gadis Remaja di Karawang Babak Belur

Sore itu, Senin (2/3/2026), SAJ (15) mengira ajakan teman-temannya adalah sebuah keramahan biasa. Remaja perempuan asal Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang ini dijemput dengan iming-iming akan dibelikan kue bolu.

Namun, janji manis itu seketika berubah menjadi mimpi buruk saat motor yang membawanya justru berhenti di sebuah lapangan sepi dekat warung di Jalan Buer Turi, Dusun Cikeleng, Desa Jayanegara, Kecamatan Tempuran.

Di lokasi itulah, SAJ diduga menjadi sasaran amuk tiga remaja putri berinisial WS, AK, dan A. Tanpa ampun, kekerasan fisik menghujam tubuh bocah malang tersebut.

Kabar penganiayaan ini pun mendadak viral di media sosial, memicu gelombang keprihatinan publik di Karawang.

Kapolres Karawang AKBP Fiki Novian Ardiansyah, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah bergerak cepat menangani kasus ini. Laporan resmi telah diterima kepolisian pada Selasa (3/3/2026), sehari setelah peristiwa kelam itu terjadi.

"Berdasarkan laporan polisi, aksi pengeroyokan tersebut terjadi sekitar pukul 17.56 WIB. Kakak korban, YS (35), yang saat itu sedang mengadu nasib di Jakarta, terperanjat saat menerima telepon dari seorang saksi berinisial AMZ (19), bahwa adiknya telah dianiaya oleh kawan-kawannya sendiri," kata Fiki, dalam keterangan resmi, Rabu (4/3/2026).

Korban menceritakan peristiwa dimana ia dianiaya oleh kawannya kepada kakaknya yang saat itu sedang di Jakarta.

"Korban menceritakan kejadian tersebut kepada kakaknya. Awalnya, korban dijemput oleh para pelaku dengan alasan akan dibelikan bolu. Namun, alih-alih diantarkan ke toko kue, korban malah dibawa ke sebuah warung di dekat lapangan sepi dan kemudian dianiaya," kata dia.

Di bawah langit sore Tempuran, kemarahan para pelaku meledak, SAJ yang tak berdaya diduga dikeroyok secara brutal. Pukulan, tamparan, hingga tendangan mendarat berkali-kali di tubuhnya. Rambutnya dijambak hingga menyisakan trauma mendalam.

"Akibat penganiayaan tersebut korban mengalami rasa sakit yang luar biasa dan luka memar di sekujur tubuhnya. Atas perbuatan ini, keluarga korban merasa tidak terima dan melakukan proses hukum di Polres Karawang," imbuhnya.

Kini, kasus tersebut telah masuk ke meja penyidik Satres PPA dan PPO Polres Karawang. Polisi tengah melakukan penyelidikan intensif, memeriksa saksi-saksi, serta mengumpulkan alat bukti untuk memperkuat konstruksi hukum.

"Para terlapor dijerat dengan Pasal Kekerasan terhadap Anak sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak," ucap Fiki.

Fiki mengimbau agar, masyarakat dapat menjaga anaknya, serta memperhatikan lingkungan pertemanan, agar peristiwa perundungan serupa tak terjadi.

"Luka fisiknya mungkin cepat sembuh, namun luka batinnya butuh waktu lama untuk pulih. Jadi saya imbau seluruh orang tua agar selalu memperhatikan lingkaran pertemanan anaknya, supaya tidak terjerumus atau mengalami perundungan serupa," pungkasnya.

3. Remaja Karawang Tewas Usai Nyebur ke Irigasi Saat Kabur Tawuran

Warga Desa Kemiri, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, digegerkan dengan penemuan jasad seorang remaja laki-laki di saluran irigasi Dusun Sukajaya, Kamis (5/3/2026) pagi.

Korban diketahui berinisial MFI alias Endo (17), yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak Selasa (3/3).

Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah melalui Kasi Humas Polres Karawang Ipda Cep Wildan mengatakan, jasad korban pertama kali ditemukan warga yang curiga dengan aroma tidak sedap yang berasal dari arah saluran irigasi.

"Tadi pagi warga menemukan mayat remaja laki-laki di irigasi Dusun Sukajaya I, yang sebelumnya diketahui mencium bau tidak sedap. Kemudian, warga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Rengasdengklok," ujar Ipda Cep Wildan dalam keterangan resminya.

Dari hasil penelusuran awal, korban terakhir kali terlihat pada Selasa malam (3/3) sekitar pukul 23.00 WIB bersama sejumlah rekannya.

Berdasarkan keterangan saksi, malam itu korban bersama rekannya sempat berencana melakukan aksi tawuran di depan sebuah pabrik kerupuk di Desa Kertasari, Kecamatan Jayakerta.

"Terakhir terlihat Selasa malam bersama rekan korban, informasinya mereka mau berangkat tawuran di Desa Kertasari. Namun, rencana itu batal karena jumlah lawan yang terlalu banyak lalu mereka kembali, termasuk korban," ungkapnya.

Situasi yang mencekam membuat korban dan rekan-rekannya panik saat melihat jumlah lawan yang dinilai lebih banyak.

"Korban dan temannya panik melihat jumlah lawan terlalu banyak, kemudian menarik gas sepeda motornya untuk kembali, karena tak terkendali akhirna terjatuh dari sepeda motor, korban kemudian menceburkan diri ke irigasi," ucap Wildan.

Saat ini, personel Polsek Rengasdengklok bersama Tim Inafis Polres Karawang masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan saksi untuk memastikan kronologi kejadian.

"Jenazah korban telah dibawa ke RSUD Karawang untuk dilakukan autopsi lebih lanjut. Kami masih melakukan penyelidikan di TKP untuk mengetahui penyebab pasti dan motif dibalik kematian korban," pungkasnya.

4. 10 Kendaraan Tabrakan Beruntun di KM 93 Tol Cipularang, 2 Orang Tewas

Kecelakaan lalu lintas terjadi di KM 93 Tol Cipularang, Kamis (5/3/2026) malam. Akibatnya, ada dua orang yang dilaporkan meninggal dunia.

Dalam keterangannya, Senior Manager Representative Office 3 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division Agni Mayvinna mengatakan, insiden itu terjadi pada pukul 20.18 WIB. Kecelakaan melibatkan 10 kendaraan arah Bandung menuju Jakarta.

"Kecelakaan melibatkan 10 kendaraan dan menyebabkan seluruh lajur tidak dapat dilintasi. Saat ini masih dalam penanganan petugas di lapangan," katanya.

Petugas dari Representative Office 3 Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) selaku pengelola Ruas Tol Cipularang telah berada di lokasi bersama dengan Patroli Jalan Raya, rescue, derek, ambulance, serta Mobile Customer Service (MCS). Saat ini, petugas di lapangan sedang berupaya melakukan evakuasi korban dan kendaraan serta segera melakukan pengaturan lalu lintas yang dibutuhkan.

"Sehingga pada pukul 20.59 WIB, satu lajur telah dapat dilintasi dan pada pukul 21.43 WIB, dua lajur telah dapat dilintasi kembali oleh pengguna jalan. Sampai dengan saat ini, penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan oleh pihak kepolisian," ungkapnya.

Sari keterangan sementara, kecelakaan beruntun itu mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan empat di antaranya mengalami luka berat. Korban pun telah dievakuasi ke RS Radjak Purwakarta untuk perawatan lebih lanjut.

"Jasa Marga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami selama proses evakuasi berlangsung. Pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, menjaga jarak aman, dan mengatur kecepatan saat berkendara di jalan tol," pungkasnya.

5. Tol Japek II Bakal Difungsionalkan Saat Arus Balik Lebaran

Persiapan menyambut mudik Lebaran 2026 mulai dipanaskan. Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Karawang bergerak cepat melakukan inspeksi mendalam terhadap kesiapan jalur utama maupun jalur alternatif di wilayah Kabupaten Karawang.

Salah satu titik krusial yang menjadi sorotan adalah Tol Jakarta-Cikampek II (Japek II) Selatan. Jalur ini diproyeksikan bakal menjadi "senjata rahasia" yang difungsikan secara situasional, khususnya untuk meredam ledakan volume kendaraan saat arus balik Lebaran mendatang.

Kapolres Karawang AKBP Fiki Novian Ardiansyah menegaskan bahwa peninjauan lapangan ini merupakan langkah preventif demi kenyamanan pengguna jalan.

"Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan jalur yang nantinya akan digunakan pemudik, sekaligus mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan di jalur utama," kata Fiki, dalam keterangan resmi yang diterima detikJabar, Jumat (6/3/2026).

Secara teknis, kata dia, Tol Japek II disiapkan sebagai jalur alternatif strategis dan diharapkan mampu memecah penumpukan kendaraan yang kerap mengular dari arah Bandung menuju Jakarta.

"Kesiapan teknis di lapangan terus dimatangkan, penggunaan jalur ini sangat bergantung pada dinamika lalu lintas di lapangan," kata dia.

"Tol Japek II ini akan digunakan secara situasional, terutama saat arus balik. Jika kendaraan dari arah Bandung menuju Jakarta sudah sangat padat, maka kendaraan akan dialihkan untuk masuk ke Tol Japek II guna mengurai kepadatan di jalur utama," lanjutnya.

Dalam skema rekayasa tersebut, kendaraan dari arah Bandung nantinya akan diarahkan masuk melalui Gerbang Tol (GT) Sadang, Purwakarta.

"Selanjutnya, pemudik akan melintasi jalur fungsional Tol Japek II dan keluar di GT Setu, Bekasi," ucap Fiki.

Langkah ini diprediksi akan efektif mengurangi beban di ruas tol utama Jakarta-Cikampek (eksisting) yang selalu menjadi titik jenuh saat puncak arus balik. Tak hanya soal aspal, Satlantas Polres Karawang juga terus memperkuat koordinasi lintas sektoral.

"Kita terus koordinasi mulai dari pemenuhan rambu lalu lintas, pendirian pos pelayanan yang representatif, hingga pematangan skema rekayasa lalu lintas di titik-titik rawan macet," ucapnya.




(bba/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads