232 Halte BRT Mulai Dibangun di Bandung

Rifat Alhamidi - detikJabar
Minggu, 08 Mar 2026 11:30 WIB
Spanduk himbauan pembangunan koridor BRT di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung (Foto: Satria/detikJabar)
Bandung -

Proyek pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya mulai menemui titik terang. Kementerian Perhubungan saat ini sedang menggarap total 256 titik halte untuk kebutuhan moda angkutan massal berjalur khusus tersebut.

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dishub Kota Bandung Ferlian Hadi mengatakan, dari ratusan halte yang disiapkan, 232 titik di antaranya berada di Kota Bandung. Pembangunan halte BRR merupakan bagian dari proyek Kementerian Perhubungan yang mencakup wilayah Cekungan Bandung.

"Untuk halte off corridor jumlahnya ada 256 titik di wilayah Cekungan Bandung. Dari jumlah tersebut, 232 titik berada di Kota Bandung dan sisanya 24 titik berada di Kota Cimahi," katanya, Minggu (8/3/2026).

Ia mengungkapkan, 232 halte BRT di Kota Bandung tersebar di 22 kecamatan. Adapun halte tersebut terbagi dalam tiga jenis dengan rincian 172 titik untuk bus pole atau penanda halte berbentuk tiang, 80 titik berupa small shelter dan 4 titik berupa big shelter.

Untuk halte berukuran besar atau big shelter, rencananya akan dibangun di empat lokasi strategis yakni Stasiun Hall Bandung, Jalan Merdeka, Summarecon Mall Bandung, dan Stasiun Kiaracondong. Ferlian mengatakan, jika melihat status jalan, sebanyak 38 titik halte berada di jalan nasional, 45 titik di jalan provinsi, dan 149 titik di jalan kota.

Selain halte off corridor, juga akan dibangun halte on corridor yang berada di jalur khusus BRT. Jumlahnya sekitar 37 titik dengan konsep jalur terpisah menggunakan separator, serupa dengan sistem busway.

"Kalau yang on corridor jalurnya khusus. Sedangkan yang off corridor menggunakan mix traffic atau bercampur dengan kendaraan lainnya," jelas Felian.

Adapun saat ini, pembangunan halte off corridor sudah mulai dilakukan di sejumlah lokasi. Berdasarkan data Dinas Perhubungan, terdapat sekitar 27 titik yang telah mulai dikerjakan.

Beberapa di antaranya berada di kawasan Jalan Soekarno-Hatta, sekitar Stadion GBLA, Jalan Ramdan, BKR, Wastukancana, Dago, serta Jalan Merdeka. Saat ini pekerjaan masih berada pada tahap awal seperti pembongkaran dan persiapan lahan.

Ferlian menuturkan, berdasarkan timeline dari Kementerian Perhubungan, pembangunan halte BRT baik on corridor maupun off corridor ditargetkan rampung pada akhir 2026. Dalam proyek ini, Pemerintah Kota Bandung turut berperan mendukung pelaksanaan pembangunan, mulai dari membantu proses perizinan hingga penyiapan lahan.

"Setelah pembangunan selesai, pengelolaan BRT nantinya berada di Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Saat ini Dishub Provinsi Jawa Barat sudah menunjuk PT Jasa Sarana sebagai operator sementara untuk pengoperasiannya," pungkasnya.



Simak Video "Video: Polisi Tangkap 6 Tersangka Baru Kasus Penjualan Bayi ke Singapura"

(ral/dir)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork