Situasi Timteng Memanas, Travel di Jabar Diminta Tunda Umrah

Situasi Timteng Memanas, Travel di Jabar Diminta Tunda Umrah

Bima Bagaskara - detikJabar
Selasa, 03 Mar 2026 18:00 WIB
Ilustrasi umrah
Ilustrasi (Foto: Getty Images/Web Hakimi)
Bandung -

Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Barat mengimbau ratusan agen travel umrah di wilayahnya untuk menunda sementara keberangkatan jemaah hingga situasi di Timur Tengah benar-benar kondusif.

Imbauan ini disampaikan menyusul meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap dinamika keamanan di kawasan tersebut. Meski demikian, otoritas memastikan aktivitas penerbangan dari dan menuju Arab Saudi tetap berjalan normal.

Kepala Kanwil Kemenhaj Jabar, Boy Hari Novian, menyebut hingga saat ini masih ada ribuan jemaah asal Jawa Barat yang berada di Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah umrah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada sekitar 3 ribuan jemaah Jawa Barat yang memang masih melaksanakan ibadah umrah di Tanah Suci pada saat ini. Itu informasi dari pusat yang kita dapat seperti itu," ujar Boy, Selasa (3/3/2026).

ADVERTISEMENT

Boy menegaskan, tidak ada penutupan bandara di Arab Saudi. Maskapai yang biasa melayani penerbangan umrah pun dipastikan tetap beroperasi normal. Nantinya jamaah akan langsung kembali ke Indonesia setelah rangkaian umrah selesai dilakukan.

"Ya (langsung kembali) dengan Saudi Airlines, kemudian Lion Air, Garuda, itu tidak ada masalah. Tetap masih bisa melakukan perjalanan atau rute penerbangan seperti biasa," katanya.

649 Travel Diminta Pertimbangkan Reschedule

Di Jawa Barat sendiri, jumlah penyelenggara perjalanan ibadah umrah terbilang besar. Data Kemenhaj mencatat ada ratusan travel yang aktif.

"Kita di travel umrah itu di Jawa Barat sampai saat ini ada sekitar 649," ungkap Boy.

Terhadap ratusan travel tersebut, Kemenhaj Jabar mengimbau agar keberangkatan yang belum mendesak dapat dijadwalkan ulang demi keamanan dan kenyamanan jemaah.

"Kalaupun yang sudah mempunyai jadwal bisa melakukan rescheduling seperti itu. Karena memang dari penerbangan pun memberikan opsi untuk bisa melakukan rescheduling seperti itu," ujarnya.

Data Penundaan Masih Menunggu Pusat

Terkait jumlah jemaah yang sudah memutuskan menunda keberangkatan, Boy mengaku pihaknya masih menunggu laporan resmi dari pusat.

"Masih menunggu dari pusat. Karena kan ketika dia terdaftar di SISKOPATU baru bisa ketahuan dia melakukan perjalanan ibadah umrah. Kalau belum masuk ke dalam SISKOPATU itu belum bisa dimasukkan ke dalam, bisa dihitung dalam data seperti itu," jelasnya.




(bba/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads