Ketegangan Meningkat, Iran Siapkan Perang Panjang Lawan AS-Israel

Round-Up

Ketegangan Meningkat, Iran Siapkan Perang Panjang Lawan AS-Israel

Rita Uli Hutapea - detikJabar
Selasa, 03 Mar 2026 13:00 WIB
Iranian flags and photographs honoring people killed in Iran are displayed on the National Mall near the U.S. Capitol as part of a demonstration organized by activists who support regime change by the people of Iran, in Washington, D.C., U.S., June 2
Bendera Iran. Foto: REUTERS/Kevin Mohatt
Jakarta -

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) Ali Larijani menegaskan Iran tidak memulai perang yang tengah berlangsung. Meski demikian, Teheran menyatakan kesiapannya menghadapi konflik jangka panjang.

"Iran, tidak seperti Amerika Serikat, telah mempersiapkan diri untuk perang yang panjang," kata Larijani dalam sebuah unggahan di platform media sosial X, dilansir media Iran, Press TV, Selasa (3/3/2026).

Ia menekankan dalam kurun ratusan tahun terakhir, Iran tidak pernah menjadi pihak yang memulai peperangan. "Seperti dalam 300 tahun terakhir, Iran tidak memulai perang ini, angkatan bersenjata kita yang gagah berani tidak terlibat dalam satu pun operasi ofensif, hanya bertindak untuk membela diri," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Larijani juga berjanji Iran akan mempertahankan kedaulatan dan identitas bangsanya. Ia menyatakan Iran akan dengan gigih membela diri dan peradabannya yang berusia enam ribu tahun tanpa mempedulikan harga apa pun, serta memastikan bahwa musuh akan menyesali kesalahan perhitungan mereka.

ADVERTISEMENT

Eskalasi Baru Serangan AS dan Israel

Pernyataan tersebut muncul menyusul babak baru agresi udara Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2). Serangan itu menandai eskalasi terbaru, delapan bulan setelah gelombang serangan sebelumnya terhadap Republik Islam Iran.

Dalam serangan hari pertama, Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, dilaporkan tewas akibat serangan gabungan AS dan Israel. Peristiwa itu terjadi saat Teheran tengah menjalani pembicaraan diplomatik dengan Washington terkait program nuklirnya.

Merespons serangan tersebut, Iran segera melancarkan serangan balasan. Teheran mengerahkan rentetan rudal dan drone secara serentak ke wilayah pendudukan Israel serta pangkalan militer AS di kawasan tersebut.

Konflik ini menandai babak baru ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, dengan potensi dampak luas terhadap stabilitas kawasan.

Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini.

(ita/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads