Situasi mencekam dirasakan warga di Qatar setelah Iran melancarkan serangan balasan usai diserang duet Amerika Serikat (AS) dan Israel. Salah satu warga negara Indonesia (WNI) yang berada di negara tersebut membagikan pengalamannya saat rudal-rudal Iran menghantam Doha.
Dikutip dari detikNews, Muhammad Hamdani, WNI yang tinggal di wilayah Alkhor, menuturkan detik-detik ketika suasana mendadak berubah tegang pada Sabtu (28/2) siang waktu setempat. Meski berada di Alkhor, ia bisa mendengar langsung dentuman dari arah Doha.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk kondisi saat ini masih aman di daerah Alkhor," ujar Hamdani saat dihubungi, Sabtu (28/2/2026) malam.
Ia menceritakan, sekitar pukul 11.20 waktu Qatar, suara ledakan keras memecah ketenangan siang itu. Dentuman terdengar berulang kali dan membuat warga panik.
"Waktu kejadian sekitar jam 11.20 waktu Qatar kami sempat mendengar dentuman ledakan sebanyak 5 kali dari arah Doha," katanya.
Suasana langsung berubah kacau. Hamdani bersama warga lainnya berhamburan ke luar gedung untuk menyelamatkan diri. Bahkan, ia sempat berlari ke arah sumber suara ledakan tersebut.
Tak hanya suara dentuman yang membuat situasi semakin tegang. Ponsel Hamdani dan warga lain juga terus berbunyi menerima peringatan darurat dari pemerintah Qatar.
"Dan pada saat itu pesan darurat di HP dari pemerintah Qatar berbunyi berkali-kali yang menandakan situasi berada dalam keadaan darurat," jelas Hamdani.
Saat ini, Hamdani memilih tetap berada di rumah dan mengikuti arahan dari KBRI di Doha. Ia mengatakan para WNI diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan menunda aktivitas di luar rumah hingga situasi benar-benar kondusif.
Sebagaimana diketahui, serangan ini terjadi setelah Amerika Serikat dan Israel menggempur Iran pada Sabtu (28/2) pagi waktu Iran. Teheran kemudian merespons dengan menyerang sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah, termasuk wilayah sekitar Qatar.
Artikel ini telah tayang di detikNews
(ygs/orb)










































