Ramadan dan Harapan Warga Cimahi di Antrean Sembako Murah

Ramadan dan Harapan Warga Cimahi di Antrean Sembako Murah

Whisnu Pradana - detikJabar
Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB
Warga berburu sembako murah di Mapolres Cimahi
Warga berburu sembako murah di Mapolres Cimahi (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar)
Cimahi -

Azan Magrib belum berkumandang, namun nuansa berbuka mulai terasa. Sembari menunggu kumandang azan, ratusan warga justru berbondong-bondong menyerbu Polres Cimahi.

Selasa (24/2/2026) petang, warga berebut membeli beras dan berbagai jenis sembako lainnya yang dijual dengan harga jauh lebih murah ketimbang harga jual di pasar-pasar tradisional. Truk pengangkut beras penuh sesak oleh emak-emak yang buru-buru ingin berbuka puasa di rumah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satunya Toni, emak-emak asal Kelurahan Cigugur Tengah, yang datang ke Mapolres Cimahi demi membeli beberapa karung beras SPHP berisi 5 kilogram per karungnya. Harga jualnya cuma Rp50 ribu per 5 kilogram.

"Memang ingin beli beras, soalnya kan murah ya di sini mumpung ada tadi beli 2 karung. Kalau di pasar harganya Rp58 ribu per 5 kilogram," kata Toni saat ditemui, Selasa (24/2/2026).

ADVERTISEMENT

Tak cuma beras SPHP, Gerakan Pasar Murah di Polres Cimahi juga menjual beberapa komoditi pangan lainnya. Seperti Minyakita yang per 1 liter dijual Rp 13.700, Minyakita 2 Liter Rp27.400, telur ayam Rp28.000 per kilogram, gula putih Rp15.500 per kilogram, terigu Rp10.000 per kilogram.

"Semuanya kan lebih murah, kalau di pasar telur itu sekarang Rp30 ribu per kilogram. Buat ibu rumah tangga selisih Rp2 ribu per kilogram kan sangat berpengaruh ya," katanya.

Ia berharap gerakan pasar murah seperti ini bisa lebih rutin digelar demi meringankan beban pengeluaran masyarakat di tengah mahalnya harga-harga sembako terutama di bulan Ramadan.

"Ya bantu kami yang membutuhkan, semoga bisa lebih sering lagi. Terus lebih banyak lagi barang yang dijualnya," ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra mengatakan dalam gerakan pasar murah ini, pihaknya menyediakan beras SPHP sebanyak 5 ton untuk dijual dengan harga jauh di bawah HET.

"Di sini dijual lebih murah, misalnya beras SPHP biasanya satu karung ukuran 5 kg itu kan Rp58.000, tapi di sini bisa didapatkan dengan harga Rp50.000," kata Niko.

Di bulan Ramadan, pihaknya juga memantau stabilitas harga dan ketersediaan sembako. Terlebih sebelumnya Satgas Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Provinsi Jawa Barat sudah mengecek harga dan ketersediaan komoditas pangan di pasar tradisional menjelang Ramadan.

"Jadi kegiatan satgas yang sebelumnya dilakukan, bukan cuma saat itu tapi terus berkelanjutan selama Ramadan ini. Kita pantau harganya jangan sampai ada yang meningkat ketersediaannya harus aman," kata Niko.




(dir/dir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads