Masa kecil menyimpan banyak kenangan dan pengalaman menyenangkan yang sepertinya tidak akan kita ulangi kedua kalinya. Generasi Z yang menghabiskan masa kecil hingga remaja pada tahun 2010 hingga 2017 itu pasti masih melekat permainan yang sering menemani hari-hari mereka.
Walaupun mainan-mainan ini penuh nostalgia, tetapi ternyata kaulinan ini masih populer hingga sekarang. Bertahan dari zaman, 5 permainan ini punya unsur nostalgia, tetapi kepopulerannya bertahan hingga sekarang.
Contoh kerajinan plastisin. Foto: Wikimedia Commons |
1. Plastisin
Siapa yang tidak tahu mainan yang satu ini? plastisin merupakan mainan lunak yang berbahan dasar lilin. Karena teksturnya seperti tanah liat, plastisin sering dibentuk menjadi berbagai macam rupa seperti orang, hewan, maupun benda tertentu. Selain itu, plastisin dijual dengan berbagai warna. Lantas saja anak sekolah menyukai mainan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Plastisin biasanya lebih relevan dengan anak perempuan karena permainan ini sering dipakai sebagai pelengkap untuk main masak-masak. Namun, jaman telah berubah banyak juga remaja laki-laki yang menggemari plastisin.
Plastisin dibuat dari zat lunak seperti tanah liat yang ditambahkan bahan sintetis. Plastisin sendiri juga bisa disebut tanah liat buatan yang tidak mudah kering sehingga mudah digunakan berulang kali. Ada kemiripan antara plastisin dengan Playdough, ternyata keduanya memiliki bahan dasar yang berbeda. Playdough pada umumnya berbahan tepung, garam, air, dan asam borat. Terkadang beberapa produsen memberikan pewarna dan pewangi.
Permainan papan Monopoly yang diluncurkan oleh Hasbro. Foto: dok. Hasbro |
2. Monopoly
Mainan monopoly punya konsep yang cukup unik. cara mainnya seperti ular tangga, tetapi punya banyak fitur-fitur tambahan yang membuatnya menarik. Tersedia kartu bahkan figuran rumah yang menandai kepemilikan suatu barang. Monopoly lahir dari sejarah amerika yang mengalami depresi besar secara ekonomi. Pada tahun 1935, Parker Brother (kini dikenal Hasbro) mengembangkan permainan ini secara komersial. Monopoly dianggap menarik karena dalam permainan tersebut menerapkan kegiatan ekonomi seperti membeli properti.
Memasuki era 2000-an, monopoly dengan berbagai bahasa internasional, salah satunya Bahasa Indonesia. Semenjak kedatangannya di Indonesia, monopoly telah dimodifikasi agar sesuai dengan kearifan lokal di negara Indonesia seperti perubahan nama kota dan tema budaya.
Di Indonesia monopoly begitu populer. Sebelum handphone memenuhi aktivitas individu, monopoly menjadi permainan yang sering digandrungi oleh anak-anak pada masanya. Permainan ini menggabungkan banyak konsep permainan seperti catur yang mana dalam monopoly setiap pemain mengambil satu pion untuk berjalan di papan permainan tersebut.
Cara memainkan monopoly cukup sederhana, Kamu harus mengumpulkan kekayaan melalui pembelian dan pengelolaan properti dan membuat pemain lain kehabisan uang. Sebelum berjalan, para pemain telah menerima uang awal yang nantinya digunakan untuk bermain. Lalu para pemain melempar dadu dan pion berjalan sesuai dengan jumlah dadu yang muncul. Dalam monopoly ini terdapat konsep pajak dan denda sehingga permainan ini jauh lebih seru. Tidak heran anak-anak pada tahun 2000-an gemar bermain monopoly.
A red kite with a string flying against a blue sky. Foto: iStock |
3. Layangan
Layangan adalah mainan masa kecil yang masih populer hingga sekarang. Layangan pada umumnya berbentuk belah ketupat dengan empat sisi, tetapi seiring berkembangnya jaman, ukuran layangan berubah-ubah, begitu pun bentuknya. Layangan dimainkan di lapang luas agar dapat dibentang di Udara. Untuk menerbangkan layangan, biasanya dilakukan oleh dua orang. satu orang memegangi lapangan, satunya lagi menerbangkan.
Melansir detikcom, layangan menjadi mainan nostalgik yang populer hingga sekarang. Walaupun layangan terkenal dengan permainan anak-anak, tetapi tidak sedikit layangan dimainkan oleh orang dewasa. permainan ini merambah dari segala usia, hingga membentuk komunitas yang gemar memainkan layangan. Mainan ini penuh dengan memori masa kecil, generasi Gen Z yang sekarang telah tumbuh dewasa, dulu memainkan layangan untuk mengisi Waktu luang.
4. Kelereng
benda bulat dan kecil ini sering menjadi harta karun bagi anak-anak pada masanya. Kelereng dimainkan dengan cara dipentalkan menggunakan tangan, permainan ini juga mempunyai banyak konsep tergantung daerahnya di Indonesia. Salah satu yang paling populer ialah membuat lingkaran yang diisi banyak kelereng, nantinya pemain berusaha memantulkan kelereng yang ia miliki dengan menargetkan kelereng dalam lingkaran. Jika kelerengnya keluar dari lingkaran, maka kelereng tersebut menjadi miliknya.
Kelereng juga menjadi koleksi masa kecil. Karena pada umumnya kelereng terbuat dari kaca dan memiliki warna yang bermacam-macam. Kelereng juga memiliki corak yang unik, sehingga memanjakan mata. Tidak jarang Sebagian bocah mewarnai atau menghiasi lagi kelereng favoritnya, biasanya menjadi kelereng andalan untuk bermain. Kelereng diperjualbelikan secara bebas, kamu bisa mendapatkannya di toko kelontong terdekat atau penjual mainan yang biasa nangkring di area sekolah.
Ilustrasi game konsol. Foto: Atari |
5. Game Konsol
Tahun 2000-an merupakan masa keemasan perkembangan dunia game. Semenjak ditemukannya internet, berbagai macam keluaran permainan hadir di abad 21. Siapa yang tidak kenal game konsol? ia sering membuat anak-anak lupa Waktu. Melansir CNN Indonesia, permainan seperti Nintendo dan PlayStation (PS2) menghadirkan berbagai konsep permainan analog yang menarik. Ini juga merupakan awal mula dari game digital modern.
Hingga saat ini game konsol analog masih banyak diminati oleh orang-orang. Bukan karena sekadar permainannya seru, tetapi juga di sana ada unsur koleksi. Orang-orang mengoleksi benda fisik permainan konsol karena nilainya yang cukup tinggi. Game konsol dapat dikategorikan sebagai benda klasik yang dapat diperjualbelikan Kembali.
PS2 seringkali digandrungi oleh bocah-bocah. permainannya beragam, ada bola, strategi, dan juga permainan simulasi. Hingga saat ini, PS2 masih saja digandrungi oleh anak-anak, mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Karena berkembangnya usaha rental game, peminat dari game konsol seperti PS2 selalu ada. Game konsol juga sering digelar ajang turnamen bergengsi mulai dari tingkat desa hingga internasional.
Lima permainan nostalgik ini memang menyimpan banyak memori semasa kecil karena pengalaman yang dihasilkan dari permainan tersebut. Beberapa permainan masih tersedia hingga sekarang sehingga bisa kamu mainkan lagi untuk mengenang masa kecil. Jadi, apa permainan masa kecil yang paling nostalgia menurutmu?
(sud/sud)














































