Proses pemutakhiran data peserta BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) menimbulkan masalah pelik di lapangan. Di Kota Bandung, imbas kebijakan itu membuat 71.200 peserta BPJS Kesehatan PBI dinonaktifkan sehingga tidak bisa mengakses layanan kesehatan.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan pihaknya telah menangani masalah tersebut. Berdasarkan data yang ia himpun, 71.200 warga Kota Bandung memang telah dinonaktifkan dari kepesertaan BPJS Kesehatan PBI.
Sebagai gantinya, ada 72.000 peserta baru yang didaftarkan ke dalam Universal Health Coverage (UHC), sebuah program kesehatan gratis milik Pemkot Bandung. Meski demikian, Farhan mengakui proses transisi itu membutuhkan waktu sebelum manfaatnya bisa dirasakan sepenuhnya oleh warga.
"Karena kan kita menghilangkan 71.200 orang, tapi mendaftarkan 72.000 (UHC). Nah itu butuh waktu. Makanya yang mengancam jiwa, sudah pasti langsung UHC," kata Farhan, Selasa (10/2/2026).
Farhan memastikan warga yang membutuhkan layanan kesehatan, terutama dalam kondisi kedaruratan, sudah otomatis masuk dalam program UHC. Oleh karena itu, meski kepesertaan BPJS Kesehatan PBI dinonaktifkan, Pemkot Bandung sudah menyiapkan opsi bagi warga untuk tetap bisa mengakses layanan kesehatan tersebut.
"Kalau untuk yang gawat darurat, langsung masuk UHC. Jadi dari Dinsos langsung masuk ke Dinkes. Apapun kondisinya, begitu ketahuan dia datang dari Desil 1-2, langsung UHC," tegas Farhan.
Simak Video "Video Catatan Dewas: 58,32 Juta Kepesertaan BPJS Tercatat Nonaktif"
(ral/mso)