Korban Keracunan Tahu Berjamur MBG di Sukabumi Jadi 10 Orang

Korban Keracunan Tahu Berjamur MBG di Sukabumi Jadi 10 Orang

Siti Fatimah - detikJabar
Rabu, 28 Jan 2026 21:52 WIB
Suasana Puskesmas Simpenan saat didatangi warga dan keluarga korban keracunan tahu berjamur dalam menu MBG
Suasana Puskesmas Simpenan saat didatangi warga dan keluarga korban keracunan tahu berjamur dalam menu MBG (Foto: Siti Fatimah/detikJabar)
Sukabumi -

Jumlah korban dugaan keracunan makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, terus bertambah. Hingga Rabu (28/1/2026) malam, total korban yang menjalani perawatan tercatat mencapai 10 orang.

Pantauan di Puskesmas Simpenan, suasana tampak lebih ramai dari biasanya. Puluhan warga terlihat berkumpul di area puskesmas. Selain mengantar anggota keluarga yang menjadi korban, sebagian warga datang untuk memastikan langsung kabar keracunan yang diduga dipicu tahu berjamur dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut.

Beberapa warga tampak keluar masuk ruang perawatan. Sementara petugas puskesmas masih bersiaga melakukan pemeriksaan dan observasi lanjutan terhadap pasien.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Puskesmas Simpenan, Ade Setiawan membenarkan, adanya penambahan jumlah korban. Ia menyebut seluruh pasien telah mendapatkan penanganan medis.

"Kalau melihat laporan yang sudah kami rekap sampai hari ini, sudah 9 orang ditambah satu lagi, jadi totalnya 10 orang. Alhamdulillah semuanya sudah bisa kami tangani dan insyaallah terus kami lakukan observasi," kata Ade di Puskesmas Simpenan, Kabupaten Sukabumi.

ADVERTISEMENT

Ade menjelaskan, hingga saat ini penyebab pasti keracunan masih dalam proses pendalaman. Namun dugaan sementara mengarah pada faktor makanan yang dikonsumsi korban.

"Penyebabnya sementara sesuai informasi memang banyak ya, dari makanan. Di situ ada sayur-sayuran, tahu, wortel. Itu dari segi makanan. Tapi kembali lagi, PHBS juga berpengaruh. Salah satunya soal cuci tangan itu sendiri," ucapnya.

Pihak puskesmas memastikan seluruh korban masih dalam kondisi terpantau dan belum diperbolehkan pulang sebelum dinyatakan benar-benar stabil. Sementara itu, koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk menelusuri sumber pasti keracunan agar kejadian serupa tidak terulang.

Sebelumnya diberitakan, empat siswa dan guru PAUD serta sekolah dasar diduga mengalami keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG). Keempat korban langsung dilarikan ke Puskesmas Simpenan.

Salah seorang keluarga korban, Agus mengatakan, keponakannya mengalami gejala serius setelah menyantap menu MBG yang dibagikan di sekolah. Menu tersebut terdiri dari nugget, jeruk, sayur wortel, dan tahu yang diduga sudah tidak layak konsumsi.

"Pagi tadi langsung dibawa ke puskesmas karena sudah muntah sampai enam kali. Sempat dibawa pulang, tapi muntah lagi, akhirnya sekarang dibawa kembali ke sini," kata Agus.

Selain itu, Rahayu, salah satu guru juga menemukan tahu berjamur dengan rasa asam. Dia mulai curiga saat mencicipi MBG sebelum didistribusikan kepada para siswa.

"Pas dicek ompreng berikutnya, tahunya sudah berjamur. Saya buka lagi satu, selain berjamur, ada hekter (staples)-nya," ujar Rahayu dengan nada prihatin.

Kasi Trantib Kecamatan Simpenan, Jamjuri juga telah melakukan inspeksi mendadak ke SPPG dan menemukan bahan makanan yang tidak higienis. Dalam pengecekan tersebut, ditemukan sebagian stok tahu dalam kondisi berjamur serta buah jeruk yang mulai membusuk.

"Memang benar ada tahu yang sudah berjamur. Saya langsung minta agar makanan itu tidak disalurkan karena tidak layak dikonsumsi," ujar Jamjuri.

(yum/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads