Guru di Sukabumi Keracunan Usai Uji Cicip Menu MBG

Guru di Sukabumi Keracunan Usai Uji Cicip Menu MBG

Siti Fatimah - detikJabar
Rabu, 28 Jan 2026 19:32 WIB
Guru di Sukabumi Keracunan Usai Uji Cicip Menu MBG
Korban diduga keracunan saat mendapatkan perawatan di Puskesmas Simpenan (Foto: Siti Fatimah/detikJabar)
Sukabumi -

Pagi itu niatnya sederhana, yaitu memastikan makanan aman sebelum sampai ke tangan murid. Namun keputusan itu justru membawa Trikarsa Perba Rahayu, guru SDN Bojongkopo, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi terbaring lemas di Puskesmas.

Rahayu menjadi salah satu korban dugaan keracunan makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia mengaku sempat mencicipi menu yang akan dibagikan kepada siswa demi memastikan kualitasnya.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Sebagai wali kelas 5A, Rahayu memang terbiasa melakukan test food sebelum makanan disantap murid-muridnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat anak-anak masih belajar, saya coba dulu MBG-nya. Saya makan tahunya. Waktu dikunyah rasanya asam, tapi sempat tertelan," kata Rahayu di Puskesmas Simpenan, Rabu (28/1/2026).

Temuan Tahu Berjamur hingga Benda Asing

Rasa asam yang tak wajar membuat Rahayu curiga. Ia pun membuka kotak makan lainnya untuk memastikan kondisi menu yang dibagikan. Hasilnya mengejutkan.

ADVERTISEMENT

"Pas dicek ompreng berikutnya, tahunya sudah berjamur. Saya buka lagi satu, selain berjamur, ada hekter (staples)-nya," ujarnya dengan nada prihatin.

Tanpa menunggu lama, Rahayu langsung melarang seluruh siswa di kelasnya menyentuh makanan tersebut. Ia juga mendokumentasikan temuan itu.

"Saya langsung bilang ke anak-anak, tahunya jangan dimakan karena bahaya. Saya foto dan kirim ke grup sekolah supaya yang lain waspada," tuturnya.

Langkah cepat tersebut membuat seluruh siswa kelas 5A selamat. Namun Rahayu menyebut, ada siswa dari kelas lain yang terlanjur mengonsumsi menu MBG tersebut.

Kondisi Memburuk Usai Cicipi Tahu Berjamur

Sekitar 30 menit setelah mencicipi tahu itu, tepatnya pukul 09.00 WIB, kondisi Rahayu mulai menurun. Ia merasakan perut mulas, disusul pusing dan sesak napas.

"Sempat ditahan karena harus ikut rapat, tapi makin lama makin parah. Sampai sekarang masih sesak, keringat dingin, dan mual," ucapnya lemah.

Kasubag Tata Usaha Puskesmas Simpenan, Reno Erdiansyah, membenarkan Rahayu datang dengan keluhan yang mengarah pada keracunan makanan.

"Pasien mengalami kebas, mual, dan sesak napas sehingga kami berikan oksigen dan infus," kata Reno.

Meski demikian, Reno memastikan kondisi Rahayu berangsur membaik dan tidak mengalami muntah-muntah.

"Alhamdulillah kondisinya membaik. Yang bersangkutan juga meminta untuk melanjutkan perawatan di rumah," tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, empat siswa dan guru PAUD serta sekolah dasar diduga mengalami keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG). Keempat korban langsung dilarikan ke Puskesmas Simpenan.

Salah seorang keluarga korban, Agus mengatakan, keponakannya mengalami gejala serius setelah menyantap menu MBG yang dibagikan di sekolah. Menu tersebut terdiri dari nugget, jeruk, sayur wortel, dan tahu yang diduga sudah tidak layak konsumsi.

"Pagi tadi langsung dibawa ke puskesmas karena sudah muntah sampai enam kali. Sempat dibawa pulang, tapi muntah lagi, akhirnya sekarang dibawa kembali ke sini," kata Agus.

Kasi Trantib Kecamatan Simpenan, Jamjuri juga telah melakukan inspeksi mendadak ke SPPG dan menemukan bahan makanan yang tidak higienis. Dalam pengecekan tersebut, ditemukan sebagian stok tahu dalam kondisi berjamur serta buah jeruk yang mulai membusuk.

"Memang benar ada tahu yang sudah berjamur. Saya langsung minta agar makanan itu tidak disalurkan karena tidak layak dikonsumsi," ujar Jamjuri.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads