11 Penambang Tewas Hirup Gas Beracun di Pongkor Bogor

Infografis

11 Penambang Tewas Hirup Gas Beracun di Pongkor Bogor

Tim detikJabar - detikJabar
Kamis, 22 Jan 2026 13:54 WIB
Ilustrasi Penanganan Kasus Tambang Pongkor Bogor
Infografis peristiwa tambang emas Pongkor Bogor. (Visual diolah menggunakan Gemini/detikJabar AI)
Bogor -

Suasana duka menyelimuti kawasan Gunung Pongkor, Kabupaten Bogor, setelah tragedi gas beracun di lubang tambang merenggut nyawa 11 penambang. Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi memastikan tim gabungan masih terus berjibaku melakukan evakuasi di tengah risiko tinggi paparan gas karbon monoksida (CO) yang masih mengendap di lorong-lorong tambang.

Meski 11 jenazah telah berhasil dievakuasi dan dipulangkan ke keluarga, operasi pencarian belum dihentikan. Polisi kini fokus mendalami laporan warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya, sembari menunggu kondisi udara di dalam lubang benar-benar aman bagi tim penyelamat.

Berikut ringkasan kejadian maut tersebut:

  • Update Korban: Hingga Kamis (22/1/2026), tercatat 11 penambang dinyatakan meninggal dunia dan telah diserahkan kepada pihak keluarga.
  • Penyebab Kematian: Para korban terpapar asap yang mengandung gas karbon monoksida (CO) di dalam lubang tambang.
  • Kondisi Bahaya: Konsentrasi gas CO sempat mencapai level mematikan di 1.200 ppm, dan saat ini masih tertahan di kisaran 200 ppm (masih di atas ambang batas aman).
  • Wilayah Terdampak: Para korban berasal dari tiga kecamatan di Bogor, yakni Nanggung, Cigudeg, dan Sukajaya.
  • Operasi Gabungan: Evakuasi dilakukan secara terpadu oleh personel Polri, TNI, BPBD, dan tim teknis dari PT Aneka Tambang (ANTAM).
  • Potensi Korban Tambahan: Polisi masih mendalami laporan adanya warga lain yang belum kembali ke rumah, sehingga pencarian di lorong-lorong terdalam terus dilanjutkan secara bertahap.
  • Langkah Kepolisian: Polisi telah mendirikan posko pengaduan serta memberikan bantuan kemanusiaan kepada keluarga korban untuk meringankan beban ekonomi mereka.


(bbp/bbp)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads