Update Tragedi Tambang Emas Pongkor Bogor, 11 Jenazah Dievakuasi

Update Tragedi Tambang Emas Pongkor Bogor, 11 Jenazah Dievakuasi

Andry Haryanto - detikJabar
Kamis, 22 Jan 2026 13:19 WIB
Ilustrasi jenazah
Ilustrasi jenazah. (Foto: Thinkstock)
Bogor -

Kepolisian Daerah Jawa Barat memastikan proses evakuasi dan penanganan insiden di kawasan tambang emas Gunung Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, terus berlangsung. Seperti diketahui kejadian itu terjadi pada Rabu 14 Januari 2026 sore.

Hingga Kamis (22/1/2026), sebanyak 11 penambang dilaporkan tewas akibat paparan gas beracun di kedalaman lubang tambang.

Kapolda Jawa Barat menegaskan hal itu saat meninjau posko penanganan di Polsek Nanggung. Ia menyatakan, sejak informasi awal diterima, jajaran Polda Jabar bersama Polres Bogor, TNI, dan pemerintah daerah segera memprioritaskan evakuasi para korban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat mengetahui ada peristiwa di kawasan Gunung Pongkor, langkah utama yang kami lakukan adalah evakuasi," ujar Irjen Rudi, Kamis (22/1/2026).

ADVERTISEMENT

Kapolda meninjau langsung sejumlah posko, mulai dari posko pengaduan hingga posko operasi penyelamatan. Keberadaan posko ini berfungsi sebagai pusat koordinasi dalam menangani insiden yang melibatkan penambang tradisional di wilayah tersebut.

Berdasarkan data sementara, aparat gabungan telah mengevakuasi 11 korban yang berasal dari sejumlah desa di Kecamatan Nanggung, Cigudeg, dan Sukajaya. Seluruh korban meninggal dunia telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

"Sebelas orang yang dievakuasi seluruhnya dalam kondisi meninggal dunia. Hari ini kami juga menyampaikan empati dengan memberikan bantuan untuk meringankan kebutuhan sehari-hari keluarga korban," kata jenderal bintang dua tersebut.

Mengenai penyebab kejadian, Kapolda menjelaskan bahwa lubang tambang masih mengandung gas karbon monoksida (CO). Konsentrasi gas tersebut sempat menyentuh angka 1.200 ppm dan saat ini masih berada di kisaran 200 ppm, level yang dinilai masih membahayakan keselamatan personel.

"Kondisi di dalam masih berbahaya. Oleh karena itu, kami terus berhati-hati dan melakukan evakuasi secara bertahap," ujarnya.

Ia menambahkan, proses pencarian belum tuntas karena masih terdapat sejumlah lorong dan lubang tambang yang belum bisa diakses akibat risiko tinggi. Dalam operasi ini, personel dari unsur Polri, TNI, BPBD, serta PT Aneka Tambang (ANTAM) dikerahkan secara terpadu.

Mantan Deputi KPK ini juga mengungkapkan adanya laporan warga yang kehilangan anggota keluarganya. Oleh sebab itu, kemungkinan adanya korban lain masih terus didalami oleh petugas di lapangan.

"Autopsi belum dilakukan karena keluarga langsung memakamkan jenazah. Namun, apabila ke depan diperlukan tindakan lanjutan untuk kepentingan penyelidikan, tentu akan kami lakukan," pungkasnya.

(sud/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads