Di sudut sebuah coffee shop yang tenang, layar laptop yang menyala menjadi pemandangan dominan di hampir setiap meja. Beberapa orang tampak serius bekerja, sementara di meja sebelah, sepiring camilan bersanding dengan segelas kopi susu kekinian. Ada yang duduk sendiri dengan headphone terpasang, ada pula yang sesekali tertawa kecil sambil menikmati minumannya.
Di salah satu sudut, Mutia (21) menjadi bagian dari pemandangan itu. Mahasiswi tingkat akhir ini sedang bergelut dengan draf skripsinya. Baginya, suasana coffee shop yang hidup namun tenang adalah resep utama agar otaknya tetap bisa diajak bekerja sama.
Mencari Fokus di Tengah Distraksi
Bagi Mutia, memilih coffee shop sebagai tempat mengerjakan tugas bukanlah tanpa alasan. Rumah yang seharusnya menjadi tempat ternyaman justru penuh gangguan yang menghambat produktivitasnya.
"Kalau aku sendiri, kalau ngerjain sesuatu di rumah itu kurang fokus dan malah banyak distraksi. Jadi nyari coffee shop yang emang agak tenang gitu biar lebih fokus," ungkap Mutia saat ditemui detikJabar di sebuah coffe shop di Kota Bandung belum lama ini.
Namun, kenyamanan suasana saja tidak cukup bagi Mutia. Sebagai pengunjung, ia menaruh perhatian besar pada apa yang tersaji di atas mejanya.
"Dua-duanya sih, rasa dan suasana. Soalnya kalau tempatnya enak tapi kopinya kurang, aku jadi kurang enjoy. Jadi aku nyari yang rasanya enak dan tempatnya juga nyaman," tambahnya.
Simak Video "Nongkrong Seru Tanpa Gadget, Mending Ngopi Sambil Photobox"
(mso/mso)