Rencana Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membentuk Sekolah Maung (Manusia Unggul) mulai menuai respons dari DPRD Jawa Barat. Pihak legislatif menilai gagasan tersebut masih memerlukan penjelasan mendalam.
Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Zaini Shofari, mengaku baru mengetahui istilah Sekolah Maung dalam beberapa hari terakhir. Ia menyebut pimpinan komisinya pun belum memperoleh penjelasan resmi terkait konsep sekolah tersebut.
"Jadi, jika Gubernur kemarin menyatakan akan menyiapkan (sekolah tersebut), tentu kami dari Komisi V mengapresiasi," kata Zaini, Selasa (13/1/2026).
Zaini menilai gagasan sekolah unggulan sejalan dengan cita-cita kemajuan Jawa Barat. Namun, secara konsep, Sekolah Maung masih terasa asing bagi anggota dewan.
"Untuk menuju Jabar Istimewa, salah satu syaratnya adalah memperbanyak sekolah unggulan. Akan tetapi, terkait sekolah baru yang disebut Sekolah Maung ini, kami baru mendengar istilahnya," ujarnya.
Ia pun mempertanyakan apakah Sekolah Maung sudah masuk perencanaan matang atau sekadar gagasan spontan. "Saya belum tahu apakah ini masuk perencanaan atau lagi-lagi bagian dari ide mendadak gubernur yang sporadis, seperti biasanya," tegas Zaini.
Meski begitu, Zaini menyebut sudah ada informasi awal mengenai lokasi yang disiapkan. Sekolah Maung dikabarkan akan memulai debutnya di Kabupaten Purwakarta melalui skema hibah aset ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
"Informasi yang saya terima tempatnya sudah disiapkan, proses hibahnya sedang diurus, kabarnya (aset) dari Purwakarta ke Jawa Barat. Itu yang saya ketahui," terangnya.
Simak Video "Video: Dijanjikan Kompensasi oleh KDM, Puluhan Kios Liar Jalur Puncak Dirobohkan"
(bba/mso)