Upaya Tingkatkan Kesadaran Tanggap Bencana Lewat Pameran Visual

Nur Khansa Ranawati - detikJabar
Senin, 12 Jan 2026 18:45 WIB
Galeri Soemardja ITB (Foto: Nur Khansa Ranawati/detikJaba).
Bandung -

Institut Teknologi Bandung (ITB) membuka pameran visual tanggap bencana bertajuk "Abhinaya" di Galeri Soemardja ITB, Senin (12/1/2025). Pameran ini digelar untuk membangun kesadaran publik terhadap kondisi Indonesia yang berada di wilayah rawan bencana.

Rektor ITB Tatacipta Dirgantara menyampaikan, selama ini diskusi mengenai kebencanaan lebih banyak berlangsung di ruang akademik yang tertutup. Menurutnya, perlu pendekatan baru agar kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap risiko bencana dapat tumbuh.

"Kegiatan seperti ini jarang dilakukan karena diskusi kebanyakan dilakukan di ruangan tertutup. (Pameran) ini kita buka untuk publik dengan tujuan membangun kepedulian tentang risiko bencana dan semangat gotong royong," jelas Tata.

Galeri Soemardja ITB (Foto: Nur Khansa Ranawati/detikJabar).

Pameran yang terbuka untuk umum tersebut menampilkan kumpulan dokumentasi kegiatan tanggap darurat dan pemulihan area bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat oleh tim ITB serta sejumlah kampus lainnya. Dokumentasi tersebut dikemas dalam bentuk kolase foto, tayangan audio visual, hingga buku catatan perjalanan yang ditulis oleh Rektor ITB.

"Ini contoh kerja dengan pendekatan multidisiplin; aspek teknis dibawa dengan pendekatan seni rupa dan desain. Semoga jadi wahana untuk meningkatkan kepedulian bahwa kita hidup di wilayah rawan dan bagaimana kita menghadapinya," ungkap Tata.

Selama beberapa hari, tim ITB bekerja sama dengan kampus lain serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan sejumlah kegiatan tanggap bencana di kawasan terdampak. Mulai dari instalasi teknologi tepat guna, pengadaan pembangkit listrik tenaga surya, program ketahanan pangan, hingga penyediaan air bersih dan sanitasi.

Selain perbaikan infrastruktur, terdapat pula program Art as Therapy seperti menggambar, mewarnai, merajut, dan membuat boneka. Program ini menjadi sarana pengelolaan emosi korban bencana, termasuk anak-anak, agar tersalurkan secara positif. Sejumlah sampel karya seni masyarakat tersebut turut dipajang dalam pameran.

Lebih lanjut, Tatacipta mengatakan pameran tersebut memberikan gambaran terkait pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam penanggulangan bencana. Pasalnya, kompleksitas persoalan bencana membuat kerja lintas keilmuan menjadi krusial.

"Kita tahu bahwa bencana tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu orang atau satu bidang saja. Maka, kolaborasi itu kemudian kita inisiasi melalui pertemuan dan pembicaraan," ujarnya.

Simak Video "Video BNPB: Sudah Tidak Ada Status Tanggap Darurat di Sumut"


(mso/mso)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB