Kebakaran gedung Terra Drone di Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat (Jakpus) meninggalkan duka. Tragedi yang diduga dipicu baterai yang terbakar ini, menewaskan 22 orang pada Selasa (9/12/2025).
101 personel dan 28 unit pemadam kebakaran (damkar) diekrahkan ke lokasi untuk memadamkan api. Namun, kepulan asap yang menyergap bangunan kantor membuat pemadaman lebih sukar.
1. Sumber Api Berasal dari Gudang Baterai
Kapolres Metro Jakpus Kombes Susatyo Purnomo Condro mengungkapkan kebakaran bermula dari lantai 1. Diduga baterai yang berada di lantai 1 yang terbakar menjadi penyebabnya.
"Ada baterai di lantai 1, itu yang terbakar," kata Susatyo Purnomo Condro di lokasi.
Kebakaran itu awalnya sempat dipadamkan oleh karyawan. Namun api makin besar hingga asapnya menyebar ke lantai 6.
"Kemudian sempat dipadamkan oleh karyawan, ternyata baterai terbakar ini menyebar karena di lantai 1 ini adalah salah satu tempat gudangnya," ujar Susatyo.
Susatyo mengatakan saat itu para karyawan sedang jam istirahat. Ada yang istirahat di dalam gedung, ada yang di luar.
"Kemudian karyawan yang pada saat itu sedang istirahat makan, sebagian berada ke luar, sebagian lagi itu semua sedang istirahat di lantai 2, 3, sampai lantai 6. Pada saat terbakar, api membesar, kemudian asap naik ke lantai 6," ujarnya.
2. Kaca Dipecah Untuk Evakuasi
Petugas damkar menggunakan alat khusus, bronto skylift, hingga memecahkan kaca untuk peluang evakuasi korban. Sebab asap di dalam gedung sudah pekat.
"Jalan untuk ke lantai 6 itu, karena sudah asap pekat, saat ini masih menggunakan alat khusus dari damkar untuk bisa oksigen bisa ditambah, sehingga petugas bisa ke atas," ujar Susatyo.
Selain menggunakan alat khusus untuk menambah oksigen dan evakuasi korban, petugas juga memecahkan sejumlah kaca kaca gedung agar akses lebih mudah.
"(Kaca dipecahkan) karena asap di lantai 6 cukup pekat, dan kemungkinan akan mengusahakan apakah bisa korban dievakuasi melalui lantai 6," ujar Susatyo.
(yum/yum)