Sejumlah peristiwa terjadi di wilayah Purwasuka (Purwakarta, Subang, Karawang) dalam sepekan terakhir. Mulai dari Bupati Subang diperiksa polisi hingga bangkai pesawat di sawah Karawang dievakuasi warga.
Berikut rangkuman berita Purwasuka pekan ini
1. Akses Tol Karawang Barat Ditata, Ratusan Bangunan Liar Dibongkar
Pemerintah Kabupaten Karawang menertibkan ratusan bangunan liar yang berdiri di sepanjang Jalan Interchange Tol Karawang Barat, Rabu (26/11/2025). Pembongkaran dilakukan lantaran sudah melanggar aturan.
Penertiban dilakukan melalui operasi gabungan Satpol PP Jawa Barat, Satpol PP Kabupaten Karawang, Jasa Marga, serta personel TNI dan Polri. Kegiatan dipimpin langsung Bupati Karawang Aep Syaepuloh.
Aep menyatakan pembongkaran merupakan langkah terakhir setelah berbagai pendekatan persuasif dilakukan kepada penghuni bangunan.
"Pembongkaran ini adalah tindakan terakhir kami, sebelumnya kami sudah lakukan upaya persuasif, dan beberapa sudah ada yang dibongkar mandiri. Pelaksanaan penertiban kali ini juga dilakukan bersama Pemprov Jawa Barat," ujarnya.
Dalam operasi tersebut, sebanyak 171 bangunan liar berhasil dibongkar. Seluruh bangunan diketahui berdiri di atas lahan milik Jasa Marga.
"Seluruh bangunan, jelas telah melanggar aturan dan berdiri di atas lahan milik Jasa Marga," kata Aep.
Ia menegaskan bahwa pemerintah telah menjalankan seluruh prosedur sebelum penertiban dilakukan.
"Secara SOP kita sudah laksanakan, dengan melayangkan surat peringatan I, II, dan III. Untuk yang tidak mengindahkan surat ini akan dilakukan tindakan sesuai ketentuan," terangnya.
Aep menjelaskan penertiban tersebut merupakan bagian dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menata akses tol di sejumlah daerah.
"Saya berharap Pak Gubernur menginginkan akses Tol Karawang Barat ini bagus. Penataan ini bukan hanya di Karawang, tapi juga di Bekasi dan Purwakarta, ini semua dilakukan untuk mengembalikan fungsi lahan," ucapnya.
Pemprov Jawa Barat, lanjut Aep, akan menangani proses penataan kawasan setelah pembongkaran rampung.
"Pak Gubernur menyampaikan kepada kami bahwa, penataan ini akan dilakukan oleh Pemprov, tetapi Pak Gubernur meminta bantuan untuk penertiban banglinya, jadi kita tunggu selesai dulu ini," jelasnya.
Aep meminta masyarakat memahami bahwa bangunan yang berdiri di atas lahan tersebut tidak memiliki dasar legal. "Ini tanah Jasa Marga, bukan tanah pribadi, jadi harus bersedia," tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat mendukung proses penataan agar kawasan akses jalan tol lebih aman dan tertib.
"Saya minta dukungan terhadap masyarakat, demi menciptakan kawasan yang aman, dan nyaman bagi pengguna jalan. Kami hanya ingin memberikan yang terbaik untuk masyarakat," katanya.
Bupati menegaskan agar masyarakat tidak kembali mendirikan bangunan di lokasi tersebut.
"Saya mohon agar tidak lagi mendirikan bangunan di lahan ini, penataan lanjutan akan dilakukan segera oleh Pemprov Jawa Barat bekerja sama dengan Jasa Marga dan Pemkab Karawang," pungkasnya.
2. Bupati Subang Diperiksa Polisi di Kasus Pencemaran Nama Baik
Bupati Subang Reynaldy Putra Andita diperiksa Jajaran Satreskrim Polres Subang, Jawa barat pada Kamis (27/11/2025). Ia datang ke Mapolres Subang sekitar pukul 14.00 WIB dan baru keluar dari ruang periksa gedung Satreskrim sekitar pukul 19.00 WIB.
Menurut Reynaldy, kedatangan untuk memenuhi panggilan sebagai saksi atas kasus dugaan penyebaran fitnah dan pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh Kadisdik Subang, Heri Sopandi, terhadap mantan Kadinkes berinisial M.
"Saya datang ke sini hanya berkapasitas sebagai warga negara yang baik memenuhi panggilan sebagai saksi atas laporan pak Heri kepada terlapor," ujar Bupati kepada awak media, Kamis 27/11/2025).
Pemanggilan tersebut dilakukan untuk meminta keterangan Reynaldy sebagai saksi atas laporan Kadisdik Subang terhadap mantan Kadinkes berinisial M dan seorang wartawan lokal, terkait isu setoran uang yang disebut-sebut mengalir kepada Bupati.
Reynaldy mengatakan kehadirannya merupakan bentuk kewajiban sebagai warga negara untuk memberikan keterangan. Ia berharap keterangannya dapat membantu penyidik mendapatkan bukti yang objektif dan faktual, sekaligus meredam isu negatif yang berkembang di publik. Ia juga menegaskan akan bersikap terbuka sesuai apa yang ia ketahui.
"Enggak hitung pasti, mungkin seratusan pertanyaan. Banyak pertanyaan kami jelaskan secara rinci sesuai kami rasakan kami alami, memang kalau secara pribadi saya sampaikan hari ini sebagai saksi bukan datang sebagai bupati," katanya.
Ia menegaskan ada poin pertanyaan terkait karya jurnalistik. Namun ia secara meminta mana karya jurnalistik yang mengkritisi, mana yang hanya penggiringan opini atau lebih kepada fitnah.
"Ini produk jurnalis bedakan mana kritik dan fitnah, untuk menjelaskan bahwa selama ini dituduhkan sama sekali tidak ada tidak terbukti, silakan tanya ke OPD seperti yang di beritakan ini itu," ungkapnya.
Reynaldy akan bertindak tegas terhadap upaya yang melemahkan dengan pemberitaan fitnah di tengah pembangunan yang ia lakukan di awal tahun kepemimpinannya.
"Saya mohon doanya agar masyarakat mendukung jangan sampai ini mengganggu, masyarakat bisa menilai yang meramaikan ini siapa jadi catatan saya secara pribadi bukan secara bupati, bagi ada pihak yang membuat fitnah, bedakan kritik dan fitnah. Saya terbuka dikritik. Bedakan, ketika sudah ke fitnah, saya ambil langkah hukum. Ujaran kebencian saya akan lakukan upaya hukum," pungkasnya.
3. Bangkai Pesawat GA28 yang Terdampar di Sawah Karawang Dievakuasi Warga
Masyarakat Dusun Ceplik, Desa Kertawaluya, Kabupaten Karawang akhirnya gotong royong evakuasi badan pesawat GA28 yang mendarat darurat beberapa waktu lalu.
Babinsa Desa Kertawaluya Serda Pandu Sandi Yudha mengatakan situasi keamanan di lokasi hingga saat ini tetap kondusif, namun warga akhirnya mengevakuasi badan pesawat untuk memperlancar proses penggarapan sawah.
"Proses pemindahan bangkai pesawat GA28 yang terdampar di pesawahan warga, akhirnya kami berinisiatif untuk gotong royong, setelah operasi SAR dinyatakan selesai," kata Pandu saat dihubungi detikJabar, Jumat (8/11/2025).
Diberitakan sebelumnya, pesawat GA28 mendarat darurat di Karawang, lima awak pesawat berhasil selamat usai pesawat itu mendarat di area persawahan.
Pesawat yang diketahui milik PT Wise Air lepas landas dari bandara di Tangerang dan direncanakan akan mendarat di Cirebon.
Namun, di tengah perjalanan pesawat tersebut mengalami gangguan teknis, sehingga harus mendarat darurat di Dusun Ceplik, Kabupaten Karawang, sekitar pukul 15.00 WIB.
Warga bersama tim yang bertugas melakukan upaya awal pemindahan pesawat secara manual, berbeda dengan proses evakuasi yang dilakukan tim profesional.
"Aksi ini didorong keinginan untuk meringankan beban dan mempercepat proses reposisi pesawat, ditambah lahan sawah juga akan digarap dan ditanami," kata dia.
Pandu menjelaskan atas arahan tim teknis warga melakukan evakuasi secara bertahap dengan proses pelepasan komponen-komponen.
"Dibongkar dulu mulai dari kursi, sayap, sesuai dengan prosedur. Tujuannya agar proses reposisi (penataan ulang posisi) badan pesawat di kemudian hari dapat berjalan lebih ringan dan mudah, terutama saat menunggu izin serta alat berat untuk pengangkatan penuh," ucap Pandu.
Meskipun aktivitas pembongkaran manual oleh warga berlangsung, pengamanan di sekitar lokasi tetap dijaga ketat oleh aparat gabungan TNI dan Polri.
"Lokasi terkini, situasi pemantauan aman terkendali, warga dengan personel gabungan akan terus bersiaga di sini hingga pesawat berhasil dipindahkan sepenuhnya," ujar dia.
Pandu juga menegaskan, aparat setempat tetap menjaga keaslian Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta aset pesawat yang kini menjadi tanggung jawab perusahaan.
"Kami tetap menjaga keaslian TKP, serta aset baik komponen pesawat maupun sawah, sebelum mendapatkan izin resmi pemindahan menyeluruh dari pihak KNKT," pungkasnya.
4. Karawang Tanam 15 Ribu Mangrove untuk Redam Abrasi
Upaya mencegah abrasi di wilayah pesisir Karawang kembali diperkuat melalui penanaman belasan ribu bibit mangrove oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang. Ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sabuk hijau dan melindungi permukiman warga dari ancaman erosi pantai yang kian meningkat.
Kegiatan ini berkolaborasi dengan Fordas Cilamaya Berbunga dan sejumlah BUMN serta unit Induk Distribusi (UID) PLN Jawa Barat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karawang, Asep Suryana, menegaskan bahwa penanaman mangrove merupakan salah satu cara paling efektif untuk menahan laju abrasi. Ia menilai kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan perlindungan pesisir.
"Melalui kolaborasi antara komunitas, dunia usaha, dan masyarakat pesisir, gerakan ini tidak hanya sekadar menanam pohon, melainkan juga menabur harapan untuk mewujudkan Karawang yang lebih teduh, lestari, dan berdaya," kata Asep usai penanaman mangrove di Muara Cilamaya Wetan, Jumat (28/11/2025).
Menurut Asep, keberadaan mangrove yang tumbuh kuat dapat menjadi benteng alami terhadap hempasan gelombang laut dan perubahan garis pantai.
"Mulai hari ini, kita tanam 15 ribu bibit pohon, ini untuk memulihkan ekosistem, dan tentunya juga mencegah dampak lingkungan atau abrasi," ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada perusahaan dan lembaga yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
"Kami menyampaikan penghargaan yang tulus kepada UID PLN Jawa Barat dan Fordas Cilamaya Berbunga selaku lembaga yang telah bersedia menjadi mitra dalam penanaman pohon mangrove di Muara Cilamaya. Dukungan ini sangat berarti bagi kelangsungan ekosistem pesisir kami," ucapnya.
General Manager UID PLN Jawa Barat, Sugeng Widodo, menambahkan bahwa dukungan terhadap penanaman mangrove merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga lingkungan dan membantu masyarakat pesisir menghadapi ancaman abrasi.
"Penanaman 15 ribu pohon mangrove ini diharapkan dapat menjadi pemantik bagi gelombang besar aksi pelestarian lingkungan yang lebih masif di masa depan, perseroan kami sangat mendukung upaya tersebut," tutur Sugeng.
Dengan ribuan mangrove baru yang ditanam, kawasan pesisir Cilamaya diharapkan memiliki perlindungan yang lebih kuat dari abrasi, sekaligus memulihkan fungsi ekologis yang penting bagi keberlanjutan lingkungan.
Simak Video "Video: Heboh Penemuan Kerangka Manusia di Saluran Irigasi Karawang"
(bba/dir)