Bupati Bandung Dadang Supriatna mengungkapkan aktivitas perusakan lahan perkebunan teh di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Oleh karena itu, Pemkab Bandung berupaya menangani permasalahan tersebut.
Dadang mengungkapkan hal tersebut saat meninjau lokasi perkebunan teh yang mengalami kerusakan, Sabtu (29/11/2025). Ia melakukan pengecekan bersama Dandim 0624 Kabupaten Bandung Letkol Kav Samto Betah, perwakilan dari PTPN I Regional II, serta instansi lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ternyata aktivitas ini menggunakan mesin potong. Ini dilaksanakan pada waktu malam hari, dan bersembunyi dari petugas yang ada di lapangan," ujar Dadang kepada awak media.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung telah menjadikan wilayah Pangalengan sebagai objek wisata. Wilayah ini dijadikan objek wisata karena memiliki pemandangan alam yang indah.
"Kondisi alamnya sangat luar biasa. Maka jangan ada perusakan di Kecamatan Pangalengan," jelasnya.
Dadang mengungkapkan lahan perkebunan teh yang mengalami kerusakan sudah cukup parah. Lahan yang rusak tersebut akan kembali ditanami tanaman teh seperti semula.
"Pak Gubernur sudah instruksikan kepada saya langsung bahwa ini akan dilakukan penanaman kembali tanaman teh. Saya juga mohon kepada PTPN, bagi lahan-lahan yang sudah gundul, ditanami teh kembali, karena di sini memang inti bisnisnya adalah teh," katanya.
Dadang menjelaskan, aksi perusakan ini berdampak pada masyarakat. Dia mencontohkan peristiwa banjir bandang yang terjadi di Sumatera Utara.
"Kejadian di Sumatra itu karena adanya penebangan liar yang tidak terkontrol, sehingga berakibat fatal untuk lingkungan. Tentu kami tidak berharap Pangalengan ini tenggelam," ungkapnya.
"Jika lingkungan sudah rusak, maka ini akan menjadi ancaman untuk warga sekitar," tambahnya.
Dadang meminta masyarakat Pangalengan agar tidak terprovokasi. Ia menegaskan, kerugian akibat perusakan ini pasti dialami oleh warga yang ada di sekitar.
"Kami akan terus berkolaborasi untuk mengambil langkah-langkah sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. Untuk itu, sekali lagi, stop untuk perusakan teh atau penebangan teh di Kecamatan Pangalengan. Kami tidak ingin peristiwa ini terulang lagi," pungkasnya.
(sud/sud)










































