Pesona Tari Maranggi Purwakarta Meriahkan West Java Festival 2025

West Java Festival 2025

Pesona Tari Maranggi Purwakarta Meriahkan West Java Festival 2025

Dian Nugraha Ramdani - detikJabar
Sabtu, 08 Nov 2025 12:30 WIB
Pesona Tari Maranggi Purwakarta Meriahkan West Java Festival 2025
Tari Maranggi dari Kabupaten Purwakarta yang dipentaskan di WJF 2025. (Foto: Dian Nugraha Ramdani)
Bandung -

Tari Maranggi yang dibawakan Sanggar Purwakarta Istimewa membuat meriah West Java Festival (WJF) 2025 yang berlangsung di Kiara Artha Park, Kota Bandung, Sabtu (8/11/2025).

Pengunjung menyaksikan tarian yang dibalut dalam drama musikal. Yaitu, pedagang sate maranggi menunjukkan kepada para penari, yang terdiri atas penari laki-laki dan penari perempuan bagaimana cara menarikan Tari Maranggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak tanggung, ornamen yang digunakan berupa pikulan sate maranggi lengkap dengan pembakaran yang mengeluarkan asap. Dalam koreografinya, tukang sate maranggi yang diperankan Prayoga Andrianto Putra mengajarkan menari, sampai mereka bisa menari.

Para penari perempuan dengan pakaian kebaya berwarna ungu menari didahului dengan tarian para penari laki-laki yang mengenakan pakaian serba hitam. Tarian ini tampak unsur jaipongannya. Di mana pada ujung tarian, ada perkakas kipas bambu (hihid) yang digunakan.

ADVERTISEMENT

Prayoga Andrianto Putra, penari pada Tari Maranggi itu mengatakan dia telah berlatih bersama tim selama tiga bulan. Meski, bukan khusus untuk tampil di WJF 2025 saja, sebab dalam waktu panjang tersebut, ada pula penampilan lain yang dia dan tim hadiri.

"Jadi sate ini bukan hanya tarian, ini sebagai memperkenalkan budaya di Jawa Barat, jadi maranggi ini pentas seni budaya yang bisa go internasional," kata pria pemilik sanggar tari di Purwakarta.

detikJabar berkesempatan mewawancarai Mpap Gondo, pencipta Tari Maranggi ini. Menurutnya, sejak digubah pada tahun 2015, Tari Maranggi menunjukkan banyak sekali peminat, terutama instansi pemerintah dan gelaran tari-tari kolosal.

"Perkembangannya terutama tarian, alhamdulillah masih diminati terutama di instansi, terutama nari bareng, karena ini diperuntukkan untuk tari bersama," katanya.

Tari Maranggi dahulu diajarkan di sekolah-sekolah di Purwakarta, sehingga banyak siswa sudah mengenal tari ini. Namun, untuk dikenalkan ke daerah-daerah lain di luar Kabupaten Purwakarta dan Jawa Barat, Mpap Gondo mengatakan bahwa Tari Maranggi baru sebatas pentas saja.

"Tampil-tampil seperti ini saja, seperti ke Magelang. Kami ingin menyampaikan melalui tarian ini, terutama Purwakarta, kuliner khusus, ini khas Purwakarta," katanya.

Tarian Maranggi ini tidak ditarikan di atas panggung, melainkan di depan panggung sehingga penonton juga bisa terlibat menari. Tarian ini semakin memeriahkan WJF 2025.

West Java Festival 2025 didukung oleh Bank BJB (Official Banking Partner), Le Minerale (Official Mineral Water), serta sejumlah sponsor lain yang turut berpartisipasi dalam kemeriahan acara ini diantaranya PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), dan Tolak Angin.

(sud/sud)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads