Pemerintah Kabupaten Bogor mendukung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM). Sejak Januari 2025, Pemkab Bogor telah menggelar 301 kali GPM sebagai upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan ketersediaan pangan bagi masyarakat.
"Program ini penting sebagai langkah konkret Pemerintah Daerah dalam menjaga stabilitas pangan serta membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/8/2025).
Hal ini disampaikannya pada Rapat Persiapan GPM yang digelar secara daring bersama Sekda Kabupaten/Kota se-Jawa Barat, kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alhamdulillah, sampai hari ini sudah 301 kali kita laksanakan GPM sejak Januari. Besok kita gas lagi, karena memang ini sudah menjadi rutinitas kita," imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, Sekda Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman menekankan pentingnya kesiapan teknis selama GPM berlangsung. Hal ini termasuk penginputan data dari setiap kecamatan.
Herman mengatakan biaya operasional seperti distribusi dan angkut dapat dibiayai melalui APBD masing-masing daerah, bahkan dimungkinkan menggunakan mekanisme Belanja Tidak Terduga (BTT) karena bersifat mendesak.
Herman juga menekankan pentingnya sosialisasi masif agar masyarakat mengetahui informasi tentang kegiatan GPM.
"Gunakan semua kanal komunikasi, baik media sosial, pengumuman di masjid, hingga publikasi offline. Pastikan masyarakat hadir dan memanfaatkan GPM ini," tambahnya.
Herman juga juga mengingatkan agar titik lokasi segera dilaporkan kepada Kementerian Dalam Negeri sesuai instruksi Mendagri.
"Jawa Barat harus terdepan dan terbaik dalam pelaksanaan gerakan pangan murah ini. Mari kita maksimalkan sinergi dengan Bulog, Kodim, Polres, dan seluruh perangkat daerah. Ini bukti nyata kehadiran pemerintah menjawab kesulitan masyarakat," pungkasnya.
Sebagai informasi, GPM dilaksanakan pada hari ini pukul 08.30 WIB di 627 kecamatan pada 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat. Adapun komoditas yang disiapkan minimal mencakup beras 5 kg, gula, dan minyak goreng dengan harga lebih murah dari pasaran. Kegiatan GPM dibuka dengan seremoni sekaligus telekonferensi antara Pemerintah Provinsi Jabar dengan kabupaten/kota.
Turut hadir pada rapat koordinasi antara lain, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspem Kesra) dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, Kepala DKP Provinsi Jawa Barat, Bulog Kanwil Jawa Barat.
(anl/ega)