Tak semua kegiatan demonstrasi yang digelar di Gedung DPRD Jawa Barat menguntungkan pedagang. Seperti demonstrasi kemarin yang digelar massa gabungan, mahasiswa, ojol dan unsur lainya, Jumat (29/8), bukan untung, pedagang malah buntung karena barang jualannya dijarah massa.
Bahkan peralatan untuk berdagang juga diambil massa untuk dijadikan alat melempar petugas keamanan. Hal itu dirasakan langsung oleh Bimo (47), pedagang bakso yang kerap mangkal di depan Rumah Makan Bancakan atau sebelah Gedung DPRD Jawa Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria asal Brebes yang sudah berjualan sejak 10 tahun itu mengaku, jika bakso yang dijualnya sebagian dijarah pedemo.
"Botol kecap diambilin buat lempar polisi. Saya dagang bukan berebut sama pembeli, tapi sama pendemo," kata Bimo, Sabtu (30/8/2025).
Bimo menyebut, sebelum demo dimulai, banyak pedagang yang berjualan. Namun karena gerobak bakso miliknya dekat dengan Gedung DPRD, Bimo mengatakan gerobaknya jadi sasaran pendemo.
"Kemarin juga banyak pedagang, begitu rusuh langsung pada kabur. Tahu roda saya dijarah, yang lain pada kabur," ungkapnya.
Sebagai pedagang kecil, Bimo mengaku rugi karena bakso yang hendak dijual diambil paksa pendemo, begitupun peralatan jualannya.
"Bakso penuh, gorengan, pada dimakanin, kalau rugi dihitung-hitung sekitar Rp1 juta," ujarnya.
Disinggung apakah dirinya bisa membedakan, pendemo yang bakal berbuat rusuh dan tidak. Bimo mengaku bisa melihatnya pas awal demo.
"Bisa dibedakan, kalau awalnya sudah anarkis, pasti rusuh," ucapnya.
(wip/orb)