Round-Up

Sawah Indramayu Jadi Rumah Baru Ribuan Ular demi Perangi Tikus

Tim detikJabar - detikJabar
Selasa, 12 Agu 2025 21:46 WIB
Ilustrasi ular lanang (Foto: Dok. Laman Kalurahan Kepek, Gunungkidul).
Indramayu -

Alih-alih racun atau jebakan, Bupati Indramayu Lucky Hakim memilih cara yang tak lazim untuk melawan hama tikus di sawah. Ribuan ular jinak dilepaskannya ke petak-petak padi yang selama ini jadi sasaran tikus. Di mata Lucky, inilah 'pasukan sahabat tani' yang diharapkan bisa menyelamatkan panen petani Indramayu.

Ular-ular itu dilepas di lokasi yang selama ini menjadi titik serangan hama.

"Ribuan ular lanang sapi dan ular koros sudah kita lepas di lokasi-lokasi yang terserang hama tikus. Kasihan petani jadi gagal tanam dan rugi besar karena serangan tikus yang sangat banyak," ujarnya saat dihubungi detikHot, Jumat (8/8/2025).

Lucky, yang pernah menjabat sebagai Anggota DPR RI periode 2014-2019 dari Dapil Bekasi-Depok, tak sendiri menjalankan aksi ini. Ia mengajak teman-teman YouTuber dan influencer untuk datang ke Indramayu, menyukseskan program Ular Sahabat Tani demi membantu petani.

"Sempat ada beberapa perwakilan masyarakat tanya, 'Bahaya nggak Mas Bupati?'. Saya jawab dengan bukti bawa program ini aman, ularnya tidak berbisa, ukurannya tidak akan tumbuh besar seperti ular sanca, maksimal sebesar jempol kaki orang dewasa, panjang maksimal 1,5 m. Ini ular spesial makan tikus dan kodok, kalau lihat orang pasti ularnya kabur, seandainya ditangkap dan menggigit paling hanya lecet karena giginya kecil. Bahkan sebagai bukti, saya tunjukkan video-video ular tersebut ketika menggigit tangan, hanya luka kecil dan sama sekali tidak berbahaya," tuturnya.

Ia mengakui, masalah hama tikus sudah menjadi momok besar di sektor pertanian. Sebelum melepas ular, berbagai cara pernah ditempuh petani, seperti gerakan kampung gropyok tikus, penaburan racun, hingga pemasangan alat setrum listrik yang berbahaya bagi manusia.

"Petani resah, tikus diracun malah bahaya untuk hewan lain, digropyok warga sekampung ngejar-ngejar tikus, tapi tetap saja masih gagah si bangsa tikus itu. Sampai secara ilegal dipasang setruman malah yang kesetrum manusianya sendiri, sampai banyak korban jiwa, tapi si tikus gak ada matinya," katanya.

Lucky berharap langkah ini membawa hasil positif. "Alhamdulillah gerakan ini disambut baik oleh masyarakat tani dan makin banyak kelompok tani dari berbagai kecamatan meminta dilakukan pelepasan Ular Sahabat Tani. Mohon doanya supaya tetap lancar dan petani bisa sejahtera," ujarnya.

Simak Video "Video Kemendagri: Lucky Hakim Tak Pakai APBD Saat Liburan ke Jepang"


(mso/mso)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB