4 Wilayah di Indonesia Zona Merah PMK, Kementan Prioritaskan Vaksinasi

4 Wilayah di Indonesia Zona Merah PMK, Kementan Prioritaskan Vaksinasi

Whisnu Pradana - detikJabar
Kamis, 30 Jan 2025 15:54 WIB
Pelaksanaan vaksinasi hewan ternak cegah penyebaran wabah PMK di KBB
Pelaksanaan vaksinasi hewan ternak cegah penyebaran wabah PMK di KBB (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar).
Bandung Barat -

Empat wilayah di Indonesia masuk ke dalam zona merah penyebaran wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) lantaran merupakan sentra hewan ternak.

Empat wilayah itu meliputi beberapa daerah di Pulau Jawa, Lampung, Bali, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan intervensi khusus bagi empat wilayah itu supaya kasus PMK bisa tertangani.

Direktur Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Kementan RI Imron Suandy mengatakan, intervensi khusus itu berupa vaksinasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Utamanya daerah zona merah seperti Lampung, Jawa, Bali, dan NTB akan diprioritaskan untuk vaksinasi serentak karena jadi sentra ternak. Populasinya 60 persen dari total populasi nasional," kata Imron saat ditemui di Cipatat, Bandung Barat, Kamis (30/1/2025).

Hewan ternak dari empat daerah itu serta sebaran hewan ternak dari daerah lainnya yang diprioritaskan untuk divaksinasi seperti sapi potong karena menjelang perayaan Idul Fitri dan Idul Adha.

ADVERTISEMENT

"Sapi potong tujuannya karena mau menghadapi Idul Fitri lalu Idul Adha. Kemudian sapi perah, sapi bibit, dan hewan ternak lainnya seperti kambing, domba, kemudian babi," kata Imron.

Secara keseluruhan, Kementan RI menyiapkan sebanyak lebih dari 4 juta dosis vaksin PMK yang pelaksanaannya ditargetkan selesai pada bulan Maret mendatang.

"Dari pusat dialokasikan sekitar 4 juta dosis. Sebetulnya sudah kita mulai di Januari ini, akan berlanjut dengan target selesai di pertengahan Maret. Kita distribusikan vaksinnya sampai ke 26 provinsi," tutur Imron.

Vaksinasi untuk hewan ternak penting dilakukan demi menciptakan kekebalan komunal sehingga kekebalan hewan ternak di seluruh wilayah bisa tercapai.

"Kemudian terwujud faktor risiko pergerakan ternak ini bisa kita minimalisir dari penyebaran penyakit PMK. Harapan kita bulan vaksinasi ini bisa selesai sesuai dengan target," kata Imron.




(mso/mso)


Hide Ads