Kantor Kepolisian (Polres) Cianjur lama ternyata menjadi saksi bisu peristiwa bersejarah. Pasalnya di tempat itulah Sang Merah Putih pertama dikibarkan di Cianjur, Jawa Barat bahkan sehari sebelum proklamasi.
Adalah 67 Anggota Polisi Cianjur yang dengan berani mengibarkan bendera tersebut, kendati pasukan Jepang masih menguasai Kota Santri. Momen bersejarah itu berawal dari bocornya informasi Jepang yang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada 14 Agustus 1945 pasca peristiwa pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada 6 dan 9 Agustus 1945.
Menyerahnya Jepang yang diumumkan secara Internasional itu diterima oleh para pejuang, terutama dari golongan pemuda setelah mencabut segel pada radio.
"Saat itu radio dilarang. Adapun diizinkan tapi disegel hanya untuk saluran Jepang. Tapi karena nakalnya pejuang kita, segel itu dibuka. Berita menyerahnya Jepang pun bocor ke khalayak," ujar Sejarawan Cianjur Hendi Jo, Kamis (15/8/2024).
Kabar itupun diumumkan para pemuda kepada rakyat Cianjur hingga akhirnya sampai pada anggota kepolisian Cianjur. Meski di bawah 'asuhan' atau pengaruh Jepang, kepolisian di Cianjur yang mayoritas merupakan rakyat Indonesia nyatanya masih memiliki kesadaran dan jiwa cinta tanah air.
Sebanyak 67 anggota Kepolisian Indonesia di Cianjur pun dengan nekat menurunkan Bendera Hinomaru dan mengibarkan bendera Merah Putih di depan Kantor Kepolisian Indonesia di Cianjur pada 16 Agustus 1945.
"Kepala Kantor Kepolisian Resort Cianjur R. Yunus Sudibyaiberata yang berpangkat letnan menugaskan kepada anak buahnya untuk menaikan Bendera Merah Putih yaitu Gani dan Djunaedi sedangkan yang bertugas menurunkan Bendera Jepang yaitu Wiharya dan Wihardja," ujar Hendi Jo.
Dia mengungkapkan jika sat itu di Kantor Kepolisian terdapat seorang atasan yang merupakan warga Jepang, namun pergerakan dari puluhan anggota kepolisian itu membuatnya tak berkutik.
"Jadi dibiarkan saja anggota kepolisian yang merupakan rakyat Indonesia mengibarkan Merah Putih," tuturnya.
Bahkan lanjut dia, setelah aksi pengibaran di Kantor Kepolisian itu memicu warga sekitar ikut mengibarkan Sang Merah Putih. "Rumah di sekitar Kantor Kepolisian Cianjur juga mengibarkan Merah Putih," kata dia.
Sayangnya aksi pengibaran Sang Merah Putih hanya berlangsung selama tiga jam. Pasalnya bendera yang dipasang di sebilah bambu itu diketahui oleh pasukan bersenjata Jepang yang masih bersiaga di wilayah Cianjur.
"Bendera itu dipasangnya bukan di tiang besi Polres, tapi ditambah juga dengan sebilah bambu. Dipasangnya di tiang bambu, sehingga terlihat tinggi dan menarik perhatian dari tentara Jepang. Tiga jam setelah pengibaran, pasukan Jepang datang dan langsung menurunkan lagi bendera merah putih," jelasnya.
(orb/orb)