Kronologi Aep Tewas Terpanggang Dalam Kebakaran Rumah di Sumedang

Kronologi Aep Tewas Terpanggang Dalam Kebakaran Rumah di Sumedang

Nur Azis - detikJabar
Senin, 17 Jul 2023 16:21 WIB
Ilustrasi kebakaran
Ilustrasi kebakaran (Foto: detikcom/Thinkstock)
Sumedang -

Aep Hidayat Furkon (57), pria penderita stroke tewas dalam peristiwa kebakaran rumah di Dusun Cijelag, Desa Tomo, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang pada Minggu (16/7/2023) sore. Korban tewas tak tertolong dalam kobaran api.

Aep diketahui tinggal dan diurus di rumah sepupunya bernama Selamet Supardi (61) atau lokasi kejadian. Selamet sendiri tinggal bersama istri dan anaknya yang masih berusia 6 tahun.

Kepala Dusun Cijelag Ian Warkahdiana mengungkapkan, korban saat kejadian pada sekitar pukul 16.30 WIB sedang seorang diri di dalam rumah atau lokasi kejadian. Hal itu lantaran sang pemilik rumah bersama istrinya sedang pergi sementara untuk mengobati anaknya yang sakit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekitar jam 4 sore sebelum kejadian, setelah pak Selamet mengurus kebutuhan korban seperti makan dan minumnya, kemudian pak Selamet pun bersama istrinya meminta izin kepada korban untuk ditinggal sebentar lantaran mau mengobati anaknya yang sakit ke daerah Jatiwangi, Majalengka," ungkap Ian saat dihubungi detikJabar, Senin (17/7/2023).

Namun pada sekitar jam 5 sore atau saat sang pemilik rumah sedang dalam perjalanan menuju lokasi tujuan, sambung Ian, sang pemilik rumah dikagetkan oleh telepon warga yang mengabarkan bahwa rumahnya terbakar.

ADVERTISEMENT

"Pak Selamet bersama istri dan anaknya yang saat itu sedang dalam perjalanan pun pada akhirnya balik lagi ke rumahnya saat tahu kebakaran sedang menimpa rumahnya," paparnya.

Namun nahas, sang pemilik rumah tidak dapat berbuat banyak setiba di rumahnya. Hal itu lantaran kondisi rumah sudah luluh lantah akibat ludes dilalap api.

"Saat pak Selamet tiba, kondisi rumahnya sudah porak poranda oleh api," ujarnya.

Menurut penuturan pemilik rumah, kata Ian, sebelum kejadian istrinya sempat mencium seperti bau kabel yang terbakar. Namun hal itu tak dihiraukannya lantaran sumber bau tersebut tidak begitu jelas.

"Jadi istri dari pak Selamat sebelum akan berangkat ke Majalengka sempat mencium bau semacam kabel yang terbakar namun tidak dihiraukan lantaran menurut pak Selamat dikiranya ada warga yang sedang bakaran sampah bekas pakan kambing," ungkapnya.

Ian mengatakan, penyebab kebakaran sendiri sejauh ini diduga akibat korsleting listrik.

"Penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik," ujarnya.

Saat kejdian, kobaran api sendiri coba dipadamkan oleh warga sekitar dengan peralatan seadanya. Namun, banyaknya material yang mudah terbakar membuat api meluluh lantahkan seluruh seisi rumah.

Ia menyebut, api baru benar-benar padam pada sekitar pukul 19.00 WIB. Sementara petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) tiba saat kondisi api tinggal menyisakan bara.

"Damkar tiba setelah maghrib saat rumah sudah luluh lantak dan api hanya tinggal menyisakan bara," terangnya.

Peristiwa kebakaran itu menewaskan saudara dari sang pemilik rumah yang tidak lain adalah Aep Hidayat Furkon. Korban yang tengah sakit stroke itu terjebak dalam kobaran api hingga tak dapat tertolong.

Selain memakan korban jiwa, peristiwa itu pun menghanguskan seluruh harta benda sang pemilik rumah. Termasuk uang simpanan sebesar Rp4.000.000.

Ian mengatkan, menurut kabar yang diterimanya bahwa korban sendiri saat ini telah dimakamkan di sebuah TPU di daerah Dawuan, Majalengka.

Berita sebelumnya, Sebuah rumah semi permanen di Desa Tomo, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang ludes terbakar. Dalam peristiwa itu, satu orang dikabarkan tewas akibat terjebak dalam kobaran api.

Rumah yang terbakar diketahui milik Selamet Supardi (61). Dia tinggal bersama istri dan anaknya yang masih berusia 6 tahun. Di sana juga turut tinggal sepupunya bernama Aep Hidayat Furkon (54) yang diketahui mengalami sakit stroke.

Kepala UPT Damkar Wilayah Conggeang, Adis Herdiana menuturkan, peristiwa kebakaran terjadi pada Minggu (16/7/2023) sekitar pukul 17.35 WIB.

"Kami menerima laporan sekitar pukul 17.35 WIB dan tiba di lokasi sekitar setengah jam dari laporan," ungkap Adis saat dikonfirmasi detikJabar.

Saat tiba di lokasi, sambung Adis, kondisi api cukup besar. Hal itu lantaran sebagian besar material rumah berbahan kayu dan bambu.

"Rumahnya itu berdinding asbes, sementara atasnya kayu dan bambu dan sudah lapuk sehingga api cepat membesar," terangnya.

Adis menyebut, satu orang yang tewas bernama Aep Hidayat Furkon. Korban diketahui merupakan sepupu dari pemilik rumah yang diduga terjebak dalam kobaran api lantaran sakit stroke yang dideritanya.

"Korban terjebak di dalam rumah dikarenakan sakit stroke," ucapnya.




(tya/tey)


Hide Ads