Halim bin Pahroji akhirnya bisa mewujudkan mimpi menjalankan ibadah haji. Ia bertolak ke Mekkah pada 12 Juni 2023 dari Pusdikkav, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Halim merupakan calon jemaah haji yang punya umur sangat sepuh. Tahun ini, pria ber-KTP Kampung Cinagen, Desa Mekarsari, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB) itu berusia 103 tahun. Ya, jika melihat E-KTP miliknya, Halim lahir pada 1 Maret 1920 silam.
Halim duduk di kursi yang disediakan panitia. Ia sabar menunggu waktu keberangkatan. Rencananya ia akan berangkat menuju embarkasi di Bekasi terlebih dahulu. Kemudian take off ke Mekkah pada Rabu (14/6/2023) siang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alhamdulillah kami bahagia, bisa diizinkan bertamu ke rumah Allah. Mudah-mudahan kami sehat terus, selamat, lancar sampai kembali ke Indonesia dan jadi haji yang mabrur," kata Een Solihah, anak Halim bin Pahroji saat ditemui, Senin (12/6/2023).
Een mengatakan, ia dan orangtuanya itu sudah mendaftar sejak 2017 lalu. Saat itu usia Halim sudah 97 tahun. Beruntung Halim tak perlu menunggu terlalu lama karena termasuk pendaftar Lansia Risti atau Lanjut Usia Risiko Tinggi.
Seharusnya ia berangkat ke tanah suci pada tahun 2020 silam. Namun sayang pandemi COVID-19 yang sedang ngeri-ngerinya membuat keberangkatannya tertunda. Dua tahun berselang pada 2022, pemberangkatan dibuka lagi. Sayang, Halim tak diizinkan berangkat.
"Alhamdulillah tahun ini bisa berangkat. Kondisi bapak sehat, kemarin cek darah, semua bagus. Mudah-mudahan di sana bapak bisa jalan terus, percaya keajaiban Allah itu ada," ujar Een.
Een mengatakan sudah mempersiapkan segala hal terutama kebutuhan sang ayah. Termasuk mempersiapkan tas khusus untuk membawa barang bawaan sela menjalani ibadah haji di tanah suci.
"Sudah persiapan juga, ada tas khusus. Jadi nanti barang-barang bawaan akan dimasukkan ke situ. Mudah-mudahan bapak juga di sana nggak perlu pakai kursi roda. Tapi kalau untuk kursi roda, memang di sana informasinya sudah disiapkan," tutur Een.
Dari segi makanan, beruntung ayahnya tak punya pantangan khusus. Asal tak diberikan makanan pedas dan minuman dingin yang bisa mengganggu pencernaannya.
"Alhamdulillah untuk makanan juga sebetulnya tidak ada pantangan, asal jangan makanan pedas dan yang terlalu dingin. Karena di sana juga cuaca katanya sedang panas terus kalau malam dingin," tutur Een.
Plt Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) KBB, Sopian mengatakan pada tahun ini pihaknya memberangkatkan 1.118 calon jemaah haji. Pemberangkatan kali ini merupakan yang kedua dengan total calon jemaah haji sebanyak 432 orang.
"Sekarang yang berangkat itu harusnya 1 kloter, tapi ada pemecahan jadi dua kloter. Itu kloter 53 dan 55. Tapi untuk pelepasan di sini keberangkatannya kami satukan saja," ujar Sopian.
"Untuk kloter 53 ini jumlahnya 366 calhaj, kemudian untuk kloter 55 itu sebanyak 66 orang. Ditambah petugas 8 orang," tambahnya.
Sopian mengatakan pada pelaksanaan ibadah haji tahun 2023 ini, ia mendapat kabar bahwa seorang calhaj asal Bandung Barat yang tercatat sebagai warga Ciburuy meninggal dunia.
"Di kita ada yang meninggal 1 orang, warga Ciburuy. Alhamdulillah laporan dari petugas itu sekarang calhaj lainnya kondisinya sehat semua," tutur Sopian.
(mso/mso)










































