Suami Inggit Garnasih Sebelum Soekarno

Suami Inggit Garnasih Sebelum Soekarno

Wisma Putra - detikJabar
Sabtu, 04 Feb 2023 18:00 WIB
Foto Inggit Garnasih dan Presiden Soekarno di Rumah Bersejarah Inggit Garnasih di Kota Bandung, Minggu (29/1/2023).
Foto Inggit Garnasih dan Soekarno di Rumah Bersejarah Inggit Garnasih di Kota Bandung. (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Bandung -

Sosok Inggit Garnasih dikenal sebagai perempuan yang pernah menjadi istri Soekarno. Saat menjalin biduk rumah tangga dengan Inggit, Bung Karno belum menjadi Presiden Republik Indonesia.

Bung Karno dan Inggit diketahui menikah pada 24 Maret 1923. Pernikahan keduanya berlangsung di Kota Bandung.

Akan tetapi, jauh sebelum dipersunting Bung Karno, Inggit Garnasih, perempuan yang lahir di Desa Kamasan, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung itu sudah pernah menikah pada usia 12 tahun. Saat itu, Inggit menikah dengan pria bernama Nata Atmaja.

Tito Asmarahadi, cucu angkat Inggit Garnasih, mengisahkan Inggit merupakan anak dari ayah bernama Arjipan dan ibu bernama Amsi. Oleh orang tuanya, Inggit dinikahkan dengan Nata Atmaja.

"Pada umur 12 tahun Ibu Inggit dinikahkan dengan seorang laki-laki bernama Nata Atmaja, dia Kopral Residen," kata Tito dijumpai detikJabar di kediamannya di Cibolerang, Kota Bandung, belum lama ini.

Menurut Tito, hubungan Inggit dengan Nata tidak berlangsung lama. Biduk rumah tangga keduanya pun berakhir dengan perceraian.

"Nikah tapi tidak lama kurang dari dua tahun," ujar Tito.

Bercerai dengan Nata, beberapa tahun kemudian Inggit dilamar oleh seorang saudagar asal Kota Bandung bernama H Sanoesi. Saat menikah dengan Sanoesi, usia Inggit juga tergolong masih muda.

"Ibu Inggit lalu dilamar H Sanoesi, yang merupakan pacar lamanya, pernikahan dilakukan di umur 16 tahun," ungkap Tito.

Setelah menikah, Inggit tinggal bersama H Sanoesi di kawasan Kebonjati, Kota Bandung atau saat ini sekitar kawasan Pasar Baru Bandung.

Hal menarik hadir di antara Inggit dan Sanoesi. Sebelum menikahi Inggit, Sanoesi juga sudah pernah menikah dengan perempuan lain. Sama seperti Inggit, pernikahan Sanoesi dengan istrinya juga berakhir dengan perceraian.

"Pada saat itu H Sanoesi punya istri, kemudian cerai. Ibu Inggit cerai, kemudian mereka menikah," tuturnya.

Tito menyebut, Sanoesi bukan orang sembarangan kala itu. Selain dikenal sebagai pedagang H Sanoesi juga dikenal sebagai pengurus partai.

"Dia adalah seorang pedagang di Pasar Baru, orang kaya. Kebetulan juga H Sanoesi aktivis dari Syarikat Islam," pungkasnya.

Hubungan mereka cukup lama. Tapi, pada akhirnya Inggit dan Sanoesi juga bercerai. Setelah cerai dengan Sanoesi, akhirnya Inggit Garnasih dipersunting Soekarno.

Mereka menikah pada 24 Maret 1923 di rumah orang tua Inggit di Jalan Javaveem atau kini disebut Jalan Viaduct, Kota Bandung. Namun takdir pahit tetap diterima Inggit, pernikahannya dengan Bung Karno juga berujung perceraian.

Inggit menolak dimadu Soekarno yang saat itu ingin menikahi Fatmawati. Akhirnya, pada 29 Januari 1943, Bung Karno dan Inggit bercerai.

(wip/orb)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT