KPU Bandung Masih Temukan Data Pemilih 'Nyeleneh'

KPU Bandung Masih Temukan Data Pemilih 'Nyeleneh'

Sudirman Wamad - detikJabar
Rabu, 25 Jan 2023 01:45 WIB
Ilustrasi Surat Suara Pemilu
Ilustrasi pemilu. (Foto: Fuad Hasim/detikcom)
Bandung -

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung tak menampik masih menemukan data keliru terkait daftar pemilih. Salah satunya data pemilih yang masih hidup, namun tercatat sudah meninggal dunia.

Ketua KPU Kota Bandung Suharti mengatakan ke depan pihaknya bakal melakukan penelitian dan pencocokan (coklit) untuk memastikan data pemilih. Suharti mengaku pada 2022 pernah mendapatkan adanya kesalahan data.

"Karena 2022 kita pernah sampling data, jadi data dari Ditjen Dukcapil menyatakan sudah meninggal, tapi di lapangan orangnya masih ada dan ada juga orangnya sudah meninggal, tapi datanya masih ada. Makanya satu bulan ke depan kita cek datanya ke lapangan," ucap Suharti kepada awak media di SOR Arcamanik, Kota Bandung, Selasa (24/1/2023).


Suharti menjelaskan kesalahan data yang ditemukan di lapangan. Ia menyebutkan di Kecamatan Bandung Kulon ada 20 data pemilih yang dinyatakan meninggal dunia, tapi para pemilih ini ternyata masih hidup.

"Kita belum bisa memastikan (total), karena kita masih sampling. Contoh di Bandung Kulon saja dari 40 data, 20 data itu surat kematiannya sudah ada. Tapi orangnya masih hidup, itu salah satunya," kata Suharti.

Suharti memprediksi total daftar pemilih tetap (DPT) pada Pemilu 2024 bisa mencapai 1.890.000 orang. Artinya, ada penambahan sekitar 170 ribu pemilih. Hal ini sesuai data di Ditjen Dukcapil dan pemilih berkelanjutan.

"Untuk pemilih pemula ada 40 sampai 50 persen. Tapi kita masih belum bisa menyatakan persentasenya (pasti). Ke depan kita coklit ke lapangan dulu," ucap Suharti.

(sud/orb)