Walkot Bandung Dorong Agar TPPAS Legok Nangka Segera Dioperasikan

Walkot Bandung Dorong Agar TPPAS Legok Nangka Segera Dioperasikan

Sudirman Wamad - detikJabar
Selasa, 24 Jan 2023 23:30 WIB
Wali Kota Bandung Yana Mulyana
Wali Kota Bandung Yana Mulyana (Foto: Rifat Alhamidi/detikJabar).
Bandung -

Pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat (KBB), terhambat. Faktornya karena adanya kerusakan alat berat dan akses jalan menuju TPA yang menampung sampah dari Bandung Raya itu.

Imbasnya, pengangkutan sampah di tempat pembuangan sementara (TPS) Kota Bandung terhambat. Sampah menumpuk di beberapa TPS. Kondisi demikian bukanlah pertama kali, kerap terjadi saat musim hujan.

"Akses jalan kurang baik. Sebetulnya itu ranah provinsi," kata Wali Kota Bandung Yana Mulyana kepada awak media di SOR Arcamanik, Selasa (24/1/2023).


Yana mendorong agar Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka yang berada di Nagreg, Kabupaten Bandung, bisa segera beroperasi. Sekadar diketahui, proses lelang untuk pengoperasian TPPAS Legok Nangka sudah dilakukan. Agustus tahun ini ditargetkan adanya groundbreaking.

"Kita dorong juga TPA terpadu di Legok Nangka selesai," ucap Yana.

Yana mengatakan saat ini Pemkot Bandung telah menggaungkan gerakan Kang Pisman, singkatan dari kurangi, pisahkan, dan memanfaatkan sampah. Program ini sebagai upaya dalam menanggulangi masalah sampah di Kota Bandung. Yana pun mengklaim program tersebut bisa mengurangi produksi sampah di Kota Bandung.

"Tapi, Alhamdulillah kalau Kota Bandung kan sebetulnya kita dari waktu itu ada program selesaikan di wilayah lewat Kang Pisman. Jadi sekian persen sudah tereduksi selesai di wilayah," kata Yana.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemprov Jabar saat ini masih mengawal progres agar TPPAS Legok nangka bisa segera beroperasi.

"Legok Nangka hasil pra kualifikasi ada dua konsorsium, ini sudah lelang internasional, prosesnya juga cukup panjang, semua persiapan sudah kita lakukan, persetujuan enam kabupaten kota bersama DPR, persiapan bersama Menteri Keuangan, proposal sudah sampai diperbaiki dan disampaikan kepada para bider hingga dikomen proposal tersebut sebelum di submit," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jabar Prima Mayaningtyas via sambungan telepon, Senin (23/1/2023).

Prima mengungkapkan, saat ini pihaknya masih menunggu proses memastikan proposal dari para bider kepada Pemprov Jabar.

"Request proposal sudah ditutup, proposalnya sudah dibaca oleh mereka, pertanyaan sudah kita jawab, tinggal kita nunggu masukan proposal dari mereka untuk menilai proposal mana yang layak jadi pemenang. Rencananya di triwulan pertama, jadwalnya April submit proposalnya, mudah-mudahan di Bulan Agustus ada penandatanganan bersama dan groundbreaking Pak Gubernur, mudah-mudahan jadwalnya tidak meleset," ungkapnya.

(sud/mso)