Proyek Jembatan Ciloseh Jadi Titik Keramaian Baru di Tasikmalaya

Proyek Jembatan Ciloseh Jadi Titik Keramaian Baru di Tasikmalaya

Faizal Amiruddin - detikJabar
Rabu, 25 Jan 2023 03:30 WIB
Kerumunan warga di kawasan proyek pembangunan jembatan Ciloseh, Kota Tasikmalaya, Selasa (24/1/2023).
Kerumunan warga di kawasan proyek pembangunan jembatan Ciloseh, Kota Tasikmalaya, Selasa (24/1/2023). (Foto: Faizal Amiruddin/detikJabar)
Tasikmalaya -

Kota Tasikmalaya memiliki titik keramaian baru. Pembangunan jembatan Ciloseh di jalur Lingkar Utara Kecamatan Purbaratu yang hampir rampung menjadi magnet baru bagi masyarakat.

Setiap petang kawasan itu selalu dipadati warga yang sekedar berfoto atau menikmati suasana senja di kawasan tersebut.

Salah satu daya tarik dari bangunan jembatan yang menghubungkan wilayah Kecamatan Purbaratu dan Kecamatan Cipedes itu adalah ornamen kujang berukuran besar.


"Ramai di media sosial pada bikin konten di sini, terutama latar tugu yang mirip kujang itu. Jadi penasaran makanya ke sini," kata Alifa (19) warga Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya, Selasa (24/1/2023).

Selain menikmati suasana ramai dan keindahan bangunan jembatan, Alifa juga mengaku senang berlama-lama di kawasan itu karena banyak pedagang makanan.

"Banyak pedagang makanan, banyak yang nongkrong-nongkrong juga," kata Alifa.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUTR Kota Tasikmalaya, Wenda Krisnawan mengaku senang jika hasil pembangunan Kementerian PUPR itu diapresiasi positif oleh masyarakat.

"Mungkin karena masih baru, jadi mengundang penasaran warga. Tapi bagus, pasti ada positifnya. Ada kegiatan ekonomi," kata Wenda.

Namun demikian, Wenda mengatakan setelah sepenuhnya selesai dibangun, harus ada pembatasan karena berkerumun di jalan atau di jembatan jelas membahayakan.

"Pembangunan jembatan itu kan langsung digarap Kementerian PUPR, jadi sebenarnya kami tidak tahu detail kapan selesainya. Memang sudah tersambung, tapi beresnya kapan belum tahu. Tapi nanti perlu dibatasi, diatur jangan sampai kerumunan warga itu membahayakan keselamatan," kata Wenda.

Sementara itu terkait pembangunan jalan Lingkar Utara Tasikmalaya secara keseluruhan, Wenda mengatakan belum sepenuhnya selesai. Karena di ruas jalan wilayah Leuwianyar, masih ada jalan yang belum dihotmix.

Wenda mengatakan masih butuh anggaran sekitar Rp 58 miliar lagi untuk menuntaskan jalan Lingkar Utara Tasikmalaya.

"Kemarin kami sudah ekspose di Kementerian PUPR, berharap kebutuhan anggaran pembangunan Lingkar Utara bisa kembali dibantu pusat. Butuh sekitar Rp 58 miliar lagi," kata Wenda.

Untuk tahun 2023 ini, Wenda mengatakan tidak ada progres atau pembangunan lanjutan. "2023 ini tidak ada, berhenti dulu, mudah-mudahan tahun 2024 bisa dituntaskan," kata Wenda.

Dia menambahkan jalan Lingkar Utara memiliki nilai strategis yang tinggi, karena nantinya exit tol Cigatas di wilayah Kota Tasikmalaya akan berada di wilayah tersebut.

"Urgensinya memang tinggi, Lingkar Utara menjadi penopang exit tol Cigatas ke depan. Ini juga akan menjadi akses utama Tasik - Ciamis," kata Wenda.



Simak Video "Penampakan Pasar Besi dan Burung Tasikmalaya Terbakar Hebat"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/dir)