3 Anggota DPRD Jadi Kandidat Terkuat Wali Kota Tasik

3 Anggota DPRD Jadi Kandidat Terkuat Wali Kota Tasik

Faizal Amiruddin - detikJabar
Selasa, 24 Jan 2023 22:20 WIB
Ilustrasi Fokus Nasib Pilkada Langsung (Andhika Akbaransyah)
Foto: Ilustrasi pilkada. (Andhika Akbaransyah)
Tasikmalaya -

Tiga anggota DPRD Kota Tasikmalaya memiliki elektabilitas tertinggi untuk calon Wali Kota Tasikmalaya pada Pilkada 2024 mendatang. Hal itu berdasarkan hasil survei yang dilakukan Galunggung Center, sebuah lembaga survei lokal Tasikmalaya.

Tiga besar calon Wali Kota dengan elektabilitas tertinggi itu adalah Dede Muharam politisi PKS, Wahid politisi PKB dan Muslim dari PDI Perjuangan.

"Dede Muharam 25,3 persen, Wahid 23 persen dan Muslim 19,7 persen. Setelah itu ada nama-nama lain," kata Direktur Galunggung Center Mia Wastuti, Selasa (24/1/2023).


Mia mengakui survei yang dilakukan pada periode Desember 2022 sampai Januari 2023 ini menampilkan hasil yang di luar prediksi. "Memang kami akui hasilnya dapat dikatakan mengecewakan. Tapi ini bisa kami pertanggungjawabkan secara ilmiah," kata Mia.
Dia juga mengakui survei kerap dijadikan alat kampanye atau bahan propaganda politik. Namun Mia menegaskan survei ini dilakukan secara independen serta menggunakan metodologi yang bisa dipertanggungjawabkan.

Mia menjelaskan survei dilakukan melibatkan 300 responden. Namun pengumpulan survei dilakukan dengan menggunakan formulir digital dan disebar ke grup WhatsApp.

"Memang survei dengan menggunakan Google Form dan disebar melalui grup WA ada kelemahan, seperti responden hanya warga yang memiliki ponsel kemudian berpotensi mendapatka intervensi," jelas Mia.

Menurutnya survei kali ini dapat dikatakan survei pendahuluan. Rencananya ke depan bakal dilakukan lagi survei.

"Ini survei pendahuluan, dimana kita lebih menjaring nama dan parpol yang nantinya akan kita pakai survei berikutnya," ucap Mia.

Asep M Tamam, salah seorang panelis dalam pemaparan hasil survei tersebut mengapresiasi hasil survei ini sebagai sebuah hasil penelitian ilmiah. "Walaupun hasilnya agak aneh atau berbeda, tapi kami menghargai dan menghormati sebagai sebuah hasil penelitian," kata ujar Tamam.

Salah satu 'keanehan' menurutnya tidak munculnya sederet nama-nama yang selama ini sudah mulai rajin bergerilya ke masyarakat. Seperti Viman Alfarizi, Yanto Oce, Muhammad Yusuf, dan sederet nama lainnya.

"Tapi sekali lagi ini adalah hasil penelitian yang harus kita hormati," kata Asep.

(yum/orb)