Jabar Diguncang 447 Gempa Sepanjang November 2022

Jabar Diguncang 447 Gempa Sepanjang November 2022

Bima Bagaskara - detikJabar
Kamis, 01 Des 2022 21:14 WIB
Ilustrasi Kenapa Ada Gempa Susulan
Ilustrasi gempa (Foto: Getty Images/iStockphoto/Petrovich9).
Bandung -

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung merilis jumlah kejadian gempa bumi di Jawa Barat (Jabar) sepanjang November 2022. Tercatat, ada 447 kejadian gempa di Jabar bulan ini.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung Teguh Rahayu mengatakan dari peta distribusi epicenter gempa bumi sepanjang November ini, 62 kejadian gempa bumi bersumber di laut Selatan Jabar yang disebabkan karena aktivitas sesar di dasar laut.

"Akibat dari aktivitas sesar aktif dasar laut di Lempeng Eurasia dan 6 kejadian gempa bumi lainnya juga terjadi di laut, namun diakibatkan oleh adanya subduksi pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia," kata Rahayu dalam keterangannya, Kamis (1/12/2022).


Adapun sebagian besar gempa bumi di Jabar sepanjang November ini dari data yang dirilis BMKG terjadi di darat dengan total 374 kejadian yang diakibatkan oleh aktivitas sesar lokal.

Selain itu, lima gempa bumi yang juga terjadi di darat diakibatkan adanya subduksi pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia.

"Kejadian gempa bumi terjadi dengan kedalaman yang bervariasi pada rentang 1 hingga 280 Km. Sedangkan untuk magnitudo gempa bumi terbesar yang tercatat adalah 5,6 dan Magnitudo terkecil yang tercatat adalah 1,1," ujarnya.

Rahayu juga menjelaskan, dari 447 gempa bumi di Jabar pada November ini, 32 gempa diantaranya termasuk kategori gempa yang merusak. Gempa yang terjadi di Kabupaten Cianjur pada 21 November 2022 jadi yang paling dahsyat dampaknya.

"Kejadian gempabumi merusak terjadi pada tanggal 21 November 2022 pukul 13.21 WIB, yang berpusat 8.64 Lintang Selatan dan 107.05 Bujur Timur pada kedalaman 10 Km," jelasnya.

"Gempa berkekuatan M 5.6 tersebut dirasakan di wilayah Cianjur sebesar
V MMI, Garut dan Sukabumi sebesar IV-V MMI, Cimahi, Lembang, Cikalong Wetan, Rangkasbitung, Bogor, dan Bayah sebesar III MMI, Rancaekek, Tangerang Selatan, Tangerang, dan DKI Jakarta sebesar II-III MMI," lanjutnya.

BMKG menganalisa, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi di Cianjur merupakan jenis gempa dangkal yang diduga akibat dari aktivitas sesar di wilayah tersebut.

Informasi resmi terkini dari BNPB, gempa tersebut juga mengakibatkan korban jiwa, 321 meninggal dunia, 11 orang dinyatakan hilang (masih dalam proses pencarian) dan warga mengungsi sebanyak 73.874 orang serta mengakibatkan kerugian materiil seperti rumah rusak sebanyak 62.628 unit, rusak berat 27.434 unit, rusak sedang 13.070 unit dan rusak ringan 22.124 unit.

"BMKG menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Serta menghindari bangunan-bangunan retak atau rusak yang diakibatkan oleh gempa," tutup Rahayu.

(bba/mso)