Menakar Potensi Kekuatan Gempa dari Sesar Lembang

Menakar Potensi Kekuatan Gempa dari Sesar Lembang

Sudirman Wamad - detikJabar
Rabu, 30 Nov 2022 14:34 WIB
Sesar lembang
Ilustrasi Sesar Lembang. (Foto: dok. detikJabar)
Bandung -

BMKG memastikan hingga kini belum ada aktivitas dari Sesar Lembang. Kendati demikian, BMKG mengingatkan adanya potensi gempa dari aktivitas Sesar Lembang.

"Sejauh ini belum ada aktivitas Sesar lembang. Tapi BMKG dengan jaringan jauh lebih baik sekarang, selalu memantau pergerakan Sesar lembang selama 24 jam," kata Staf Observasi Gempa Bumi BMKG Stasiun Geofisika Bandung Ajeng Marina Utamie kepada wartawan di Taman Dewi Sartika Bandung, Rabu (30/11/2022).

Ajeng mengatakan BMKG dan Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN) telah menerbitkan rilis pada 2017 tentang kajian Sesar Lembang. Hasilnya, Magnitudo maksimum gempa akibat aktivitas Sesar Lembang sekitar enam sampai tujuh.


"Magnitudo maksimumnya itu ada di enam sampai tujuh, itu hanya potensi, bukan prediksi. Jadi potensi itu soal bahayanya, kita belum tahu kapan dan di mananya. Kalau prediksi itu kayak tinggal besok, itu yang harus kita hindari, kata-kata prediksi," ucap Ajeng.

Ajeng mengingatkan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaannya terkait potensi gempa. Tujuannya demi menghindari dampak buruk yang terjadi akibat gempa.

Ajeng juga tak menampik adanya pergerakan kecil. Namun, ia memastikan hal ini harus terus dipantau. "Kalau tahun ini belum signifikan," ucap Ajeng.

Potensi Kerusakan

Ajeng memaparkan hasil kajian yang dilakukan BMKG terkait potensi gempa dengan magnitudo maksimum akibat aktivitas Sesar Lembang. Menurutnya guncangan bakal terasa di beberapa daerah di Jabar

"Kalau dari skenario, Kota dan Kabupaten Bandung kerusakannya sedang. Skala enam sampai tujuh MMI (Modified Mercally Intensity)," kata Ajeng.

Selanjutnya, otensi kerusakan ringan terjadi Kabupaten Sumedang, Subang, Karawang, Indramayu dan Cianjur. Skala MMI di wilayah ini mencapai lima sampai enam.