Kandidat Calon Ketum KONI Jabar Mulai Diuji Publik

Kandidat Calon Ketum KONI Jabar Mulai Diuji Publik

Bima Bagaskara - detikJabar
Kamis, 24 Nov 2022 14:00 WIB
Ketua Pengprov Muaythai Indonesia Jabar, Evi Silviadi.
Ketua Pengprov Muaythai Indonesia Jabar, Evi Silviadi. (Foto: Bima Bagaskara/detikJabar)
Bandung -

Tantangan besar akan dihadapi calon Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat periode mendatang. Sosok pemimpin KONI periode berikutnya akan dihadapkan target tinggi yakni meraih hattrick juara umum Pekan Olahraga Nasional (PON).

Seperti diketahui, Jawa Barat berhasil meraih back to back juara umum PON yakni pada 2016 dan 2020. Keberhasilan itu tidak terlepas dari peran KONI Jabar di bawah tonggak kepemimpinan Ahmad Saefudin yang berhasil melakukan pembinaan kepada para atlet.

Namun jabatan Ahmad Saefudin akan habis pada Desember 2022. KONI Jabar pun harus punya pemimpin baru yang setidaknya mampu melanjutkan prestasi dengan mempertahankan gelar juara umum PON 2024 di Aceh dan Sumatera Utara.


Untuk mencari sosok calon pengganti Ahmad Saefudin, Pengprov Muaythai Indonesia Jabar menginisiasi langkah untuk menggelar konvensi atau uji publik terhadap sejumlah nama kandidat yang ingin mencalonkan diri jadi Ketum KONI Jabar.

Ketua Pengprov Muaythai Indonesia Jabar, Evi Silviadi mengungkapkan, uji publik dilakukan bagi mereka-mereka yang berkeinginan untuk mencalonkan diri jadi Ketua Umum KONI. Dalam uji publik ini, kandidat harus membeberkan visi, misi dan latar belakang ingin menjadi orang nomor satu di KONI Jabar.

"Mereka akan ditanya soal pendapat, visi, misi dan tujuannya ingin menjadi Ketua KONI," kata Evi kepada wartawan, Kamis (24/11/2022).

Menurut Evi, menghadapi PON 2024 nanti, diperlukan persiapan yang jauh lebih matang dari sebelumnya. Sebab target hattrick juara umum harus benar-benar bisa terwujud. Untuk itu kata dia, diperlukan orang yang benar-benar mengerti dan berkeinginan untuk hal tersebut.

"Desember pemilihan (Ketua KONI Jabar), Januari 2023 Pelatda Babak Kualifikasi PON, maka perlu orang-orang hebat. Jangan cita-cita hattrick juara umum PON tapi persiapannya kurang," ujarnya.

Ia mengungkapkan, uji publik perlu dilakukan agar masyarakat dan juga pemegang hak suara tahu tentang seluk beluk para kandidat. Evi tidak ingin, dalam pemilihan Ketua Umum KONI nanti, ada istilah 'beli kucing dalam karung'.

"Kenapa harus ada karena olahraga ini sudah jadi budaya, masyarakat mengikuti bukan hanya mata tapi rasa juga, ketika kalah sedih, menang senang. Ini masyarakat juga harus tahu soal sosok Ketua KONI," tegasnya.

"Kita juga membuka kucing dalam karung ini, mereka mau apa kasak kusuk cari dukungan, memang idealnya konvensi ini dilakukan oleh KONI, maka kita lah yang melakukan ini jadi harus terbuka, siapa yang terbaik untuk memimpin KONI Jabar," ujarnya menambahkan.

Uji publik kandidat Ketua Umum KONI Jabar sendiri telah dimulai sejak Senin (21/11) kemarin dan rencananya akan rampung pada akhir pekan nanti. Enam nama kandidat telah dijadwalkan untuk mengikuti uji publik ini.

Salah seorang kandidat yang ingin mencalonkan diri sebagai Ketua Umum KONI Jabar yakni Budi Setiawan. Pensiunan polisi berpangkat Brigjen ini juga telah mengikuti uji publik.

Budi mengakui jika target KONI berikutnya amat berat dengan meraih hattrick juara umum PON. Namun dirinya mengatakan jika target itu bukan hal mustahil untuk diraih.

"Untuk mewujudkan target itu tidak hanya menjadi tugas dan tanggung jawab KONI Jabar saja, tapi perlu juga didukung dan diwujudkan bersama oleh berbagai pihak, terutama masyarakat Jawa Barat. Karena PON merupakan pesta akbar multi-event olahraga yang akan juga melibatkan masyarakat," kata dia.

Oleh karena itu, Budi menuturkan, dalam visi dan misinya, salah satu upaya untuk meraih target tersebut adalah dengan membangun sistem pembinaan atlet yang terencana, kolaboratif dan berkelanjutan. Sehingga dapat meraih prestasi puncak tingkat nasional maupun internasional.

"Misi saya jika nanti ditakdirkan terpilih sebagai Ketum KONI Jabar nanti, saya akan membangun soliditas dan sinergitas, bukan hanya di jajaran KONI Jawa Barat dengan melibatkan seluruh peran serta seluruh KONI Kabupaten/Kota, namun juga di seluruh cabor," pungkasnya.

(bba/orb)