Waswas Gempa Susulan, Pasien RSUD Sayang Nyaman Dirawat di Tenda

Gempa Cianjur

Waswas Gempa Susulan, Pasien RSUD Sayang Nyaman Dirawat di Tenda

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Kamis, 24 Nov 2022 09:30 WIB
Pasien di RSUD Sayang Cianjur dirawat di tenda-tenda penampungan.
Pasien di RSUD Sayang Cianjur dirawat di tenda-tenda penampungan. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar)
Cianjur -

Pasien di RSUD Sayang Cianjur dirawat di tenda-tenda penampungan yang berada di area rumah sakit tersebut. Mereka mengaku lebih nyaman berada di tenda karena masih trauma pascagempa yang terjadi pada Senin (22/11/2022).

Uus Usman (46) mengaku tengah menunggu putrinya yang sakit demam berdarah. Ia sudah dua hari berada di tenda perawatan. Menurutnya, berada di luar ruangan lebih nyaman ketimbang dirawat di dalam ruangan karena kondisi gedung rumah sakit yang retak akibat gempa.

"Lebih nyaman di luar, kondisi gedung retak-retak tambah lagi masih ada getaran-getaran terasa jadi kami dan beberapa pasien umum memilih di tenda saja, masih takut, masih trauma. Saya menunggu anak saya, usia 4,5 tahun kena DBD," kata Uus kepada detikJabar, Kamis (24/11/2022).


Uus tinggal di Kampung Babakan Karet. Dia dan keluarganya selamat dari reruntuhan tembok saat gempa terjadi. "Korban jiwa nggak ada, hanya luka-luka saja. Getarannya terasa hebat, tembok rumah sampai retak dan hancur," imbuhnya.

Pantauan detikJabar, ada beberapa gedung rumah sakit yang memang retak. Salah satu gedung yang mengalami keretakan cukup serius berada di depan unit stroke. Kepala Bagian Umum RSUD Sayang Anwar Amin mengatakan, tembok yang retak berada di Gedung CSSD (Central Sterile Supply Departrment) Instalasi di rumah sakit yang menjadi koordinator dari suatu sistem kerja supply dan alat-alat steril.

"Posisi ruangan yang berada di depan ruang unit Stroke adalah ruangan CSSD penyimpanan alat medis instrumen medis, untuk operasi gunting dan sebagainya. Bangunan itu kemarin sudah dianalisis sama Kementrian PUPR, malam tadi sekitar jam 19.00 WIB dengan staf Kemenkes sudah kordinasi hasilnya sudah kami terima," kata Anwar.

Anwar mengaku tidak bisa menjelaskan secara detil kondisi bangunan itu, ada bagian yang bisa menjelaskan secara detil dan teknis kaitan itu. "Hasil investigasi hasil PUPR ada konstruksi gedung sudah dibedah forensik, hasil sementara ada. Saya takut salah menjelaskan nanti saja," imbuhnya.

Sementara kaitan jumlah pasien yang dirawat di tenda saat ini, Anwar mengaku masih melakukan pembaruan data. "Dirawat di tenda zona A kebanyakan korban bencana pasien dan pasien tersisa sebelum bencana ada di situ. Zona B dekat stroke centre untuk rawat jalan. Pasien umum non bencana, ruang sudah tidak digunakan hanya gedung IGD itu," ungkap Anwar.

"Pasien dari sisi keselamatan makanya memilih di outdoor. Pasien dan keluarga menolak untuk dirawat di dalam ruangan," sambungnya.

(sya/iqk)