Detik-detik Mahasiswa Berhamburan Keluar Kelas Saat Gempa Cianjur

Detik-detik Mahasiswa Berhamburan Keluar Kelas Saat Gempa Cianjur

Ikbal Selamet - detikJabar
Kamis, 24 Nov 2022 08:15 WIB
Detik-detik mahasiswa berdesakan keluar kelas saat gempa mengguncang Cianjur.
Detik-detik mahasiswa berdesakan keluar kelas saat gempa mengguncang Cianjur. (Foto: Istimewa)
Cianjur -

Beredar video puluhan mahasiswa di Universitas Suryakancana panik berlarian saat gempa berkekuatan 5,6 magnitudo mengguncang Kabupaten Cianjur. Dalam video berdurasi 1 menit yang beredar di media sosial tersebut tampak puluhan mahasiswa tengah berasa di dalam ruang kampung, mengikuti proses pembelajaran. Tiba-tiba gempa mengguncang menimbulkan kepanikan dan para mahasiswa pun berdesak-desakan berlarian ke luar ruangan disusul dengan robohnya atap.

Dalam salah satu postingan di akun media sosial, disebutkan jika puluhan mahasiswa tersebut tidak berhasil menyelamatkan diri dan meninggal dunia. Namun kabar tersebut dibantah oleh Bilqis, salah satu mahasiswa yang ada di dalam video tersebut. Mahasiswa Bahasa Inggris Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Suryakancana tersebut menegaskan jika 30 mahasiswa yang berada di ruangan kelas itu berhasil selamat.

"Alhamdulillah kami semua selamat, berhasil keluar kelas saat kejadian. Tidak ada yang meninggal, tapi ada yang mengalami luka ringan," ujar dia, Kamis (23/11/2022).


Bilqis mengungkap jika saat kejadian 30 mahasiswa sedang mengikuti aktifitas belajar. Salah seorang mahasiswa merekam momen pembelajaran dengan handphone yang dipasangkan pada tripod. "Saat kejadian kita lagi belajar, ada teman saya yang merekam pakai tripod. Jadi yang tertimpa atap bangunan itu handphone di tripod, bukan salah satu mahasiswa. Kami berhasil selamat," kata dia.

Dia menuturkan jika guncangan gempa tersebut membuat beberapa mahasiswa mengalami trauma, sebab guncangannya begitu dahsyat sehingga banyak bangunan yang rusak. "Lebih kaget dan trauma itu setelah melihat keluar, ternyata banyak bangunan yang hancur. Sebagian dari kami langsung pulang untuk memastikan keluarga aman. Tapi memang dampaknya masih terasa sampai sekarang, bawaannya takut, apalagi gempa susulan terus terjadi," ungkapnya.

(iqk/iqk)