Situs Keramat Peninggalan Wali Dilahap Abrasi 'Laut Jawa' di Karawang

Situs Keramat Peninggalan Wali Dilahap Abrasi 'Laut Jawa' di Karawang

Irvan Maulana - detikJabar
Kamis, 27 Okt 2022 18:00 WIB
Kawasan Cemarajaya, Cibuaya, Karawang yang tergerus abrasi
Kawasan Cemarajaya, Cibuaya, Karawang yang tergerus abrasi (Foto: Irvan Maulana/detikJabar)
Karawang -

Tak hanya ratusan rumah, warung dan beberapa tambak ikan yang tergerus akibat abrasi di Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, ternyata ada situs yang kini tenggelam akibat fenomena 'Atlantis' dari Karawang ini.

Kaur Umum Desa Cemarajaya Pendi Aryanto mengungkap ada dua situs di Desa Cemarajaya, namun yang satu situ berupa sumur kini tenggelam akibat abrasi.

"Untuk situs itu ada dua situs di Cemarajaya, situs berupa sumur, tapi yang satu Alhamdulillah masih selamat," kata Pendi saat ditemui di Kantor Desa Cemarajaya, pada Kamis (27/10/2022).


Situs yang selamat berlokasi di Cemara 1 Utara, sedangkan situs kedua terletak di Dusun Pisangan.

"Situs itu sumur awisan, peninggalan para wali, itu sudah habis, hilang, sudah ada di tengah laut," kata dia.

Dahulu, kata Pendi, sumur tersebut merupakan situs berharga bagi warga Desa Cemarajaya. Selain dikeramatkan, sumur tersebut merupakan sumur yang juga menjadi sumber air masyarakat.

"Itu sumur keramat, beberapa orang mempercayai kesakralannya. Tapi sumur itu juga digunakan untuk warga sekitar untuk mengambil air, memasak, dan kebutuhan lain," paparnya.

Selain itu dikatakan Pendi, situs berupa sumur yang kini sudah tenggelam tersebut, menjadi sumber kerinduan bagi warga yang pernah menggunakan sumur itu.

"Itu kan situs yang dianggap keramat, jadi masih ada beberapa warga yang melihat-lihat lokasi bekas sumur itu. Karena mungkin merasa kehilangan dan dianggap berharga," katanya.

Suasana di Desa Cemarajaya di Kecamatan Cibuaya yang menjadi titik terjadinya abrasi di KarawangSuasana di Desa Cemarajaya di Kecamatan Cibuaya yang menjadi titik terjadinya abrasi di Karawang Foto: Irvan Maulana/detikJabar

Ia menuturkan, abrasi parah mulai terjadi sejak tahun 2007 silam, perlahan tanah yang dulunya merupakan perkampungan di Desa Cemarajaya mulai tergerus ombak dan tenggelam.

"Abrasi parah terjadi sejak tahun 2007, tanah Cemarajaya itu sudah mulai tergerus abrasi," kata Pendi.

Pendi menceritakan, pada tahun 2007 di depan kantor desanya terdapat tambak ikan yang berjarak kisaran 500 dari kantor desa.

"Tahun 2007, 500 meter dari depan kantor desa ada tambak, setelah tambak itu ada TPU (tempat pemakaman umum) untuk muslim, dan setelah TPU itu kita masih bisa main bola di pinggir pantai sana," kata dia.

Namun, kondisinya saat ini, bibir pantai, TPU dan tambak sudah hilang, bahkan jalan raya di depan kantor desa tersebut juga sebagian telah tergerus abrasi.

Selain itu, Pendi mengungkap ada beberapa dusun di Cemarajaya yang warganya harus direlokasi akibat rumahnya rusak karena tanahnya tergerus abrasi.



Simak Video "Ada Kampung TKW di Majalengka, 60 Persen Warganya Kerja di Luar Negeri"
[Gambas:Video 20detik]
(yum/yum)