Teliti Anime One Piece, Pemuda Toraja Raih Gelar Sarjana Teologi

Teliti Anime One Piece, Pemuda Toraja Raih Gelar Sarjana Teologi

Tim detikSulsel - detikJabar
Selasa, 18 Okt 2022 12:18 WIB
Manga One Piece
One Piece (Foto: Shueisha/Jump)
Toraja -

Anime dan manga One Piece tak hanya menyajikan hiburan bagi penggemarnya, namun juga menjadi sumber inspirasi untuk mengerjakan skripsi. Seperti yang dialami oleh Faldy Ekal Tappe (23), mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja, Sulawesi Selatan.

Faldy meraih gelar Sarjana Teologi setelah meneliti tentang anime One Piece. Ia meneliti tentang relasi Kelompok Bajak Laut Topi Jerami dalam One Piece dengan bidang keilmuan Teologi Kristen.

"Iya penelitiannya sudah selesai. Maret 2022 kemarin sudah diwisuda di UKI Toraja," kata Faldy kepada detikSulsel, Senin (17/10/2022).


Berawal dari Kegemaran

Faldy mendapatkan ilham untuk membuat skripsi karena kegemarannya dengan serial ciptaan Eiichiro Oda. Ia kemudian menghubungkan One Piece dengan eklesiologi trinitaris Gereja karena menyukai anime tersebut.

Ia kemudian mengajukan skripsi berjudul Eklesiologi Trinitaris One Piece: Telaah terhadap Relasi Kelompok Bajak Laut Topi Jerami dalam Anime One Piece berdasarkan Pemikiran John D. Zizioulas dalam "The One" dan "The Many". Dosennya pun sempat ragu, tapi ia berhasil meyakinkan dosen tersebut hingga judul skripsinya dikabulkan.

Mahasiswa UKI Toraja meraih gelar Sarjana Teologi usai meneliti anime One PieceMahasiswa UKI Toraja meraih gelar Sarjana Teologi usai meneliti anime One Piece Foto: dok. Istimewa

"Sempat diragukan, tapi saya coba jelaskan kepada dosen pembimbing dengan beberapa referensi yang saya dapat dan akhirnya berhasil dikabulkan judul penelitiannya, dan selesai tepat waktu," ujar Fadly.

"Saya Fakultas Teologi. Banyak teman-teman saya di UKI itu yang selalu mengangkat tentang budaya Toraja dan sebagainya. Jadi saya mau berbeda. Kemudian, saya melihat teman yang berada di Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) meneliti film Batman. Nah kebetulan saya suka anime One Piece makanya saya coba teliti, jadi saya kira menarik," katanya menambahkan.

Mengaitkan dengan Persekutuan Utuh

Ia melihat di dalam One Piece diperlihatkan suatu komunitas sebagai persekutuan yang utuh di atas banyaknya perbedaan, mulai dari ras, suku, dan bangsa. Metode ini kata dia, seharusnya diterapkan di Gereja agar membentuk suatu persekutuan yang utuh.

"Anime One Piece ini sudah menjadi budaya populer sebenarnya, karena anime ini sudah banyak penggemarnya. Nah dalam anime ini juga setiap karakter One Piece memberikan sebuah tawaran yang baru kepada kita. Yaitu tentang menyadari kembali peran masing-masing pribadi dalam komunitas dan kemudian memulainya dengan penerimaan dan saling pahaman. Lalu setelah itu, setiap pribadi berpartisipasi dalam relasi komunitas mereka, untuk melangkah dan mengarungi lautan tantangan yang ada dalam mencapai tujuan dengan ikatan kasih dan keceriaan," ujar Faldy.

Faldy kemudian mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari dalam persekutuan gereja sebagai Tubuh Kristus. Dimana setiap anggotanya memiliki kepribadian masing-masing yang kemudian saling menyokong dan menjalin relasi antar anggota yang kemudian bersatu dalam mewujudkan tujuan sebagai anggota Tubuh Kristus.

"Masih banyak serial anime lain yang bisa dikaji dalam bidang teologi, salah satunya karya Masashi Kishimoto 'Naruto' yang bisa menyadarkan musuhnya lewat ceramah. Perbedaan-perbedaan yang menyatu itu tercipta suatu persekutuan yang sesungguhnya, kemudian persekutuan yang sesungguhnya utuh hanya dapat kita jumpai di dalam persekutuan," ucapnya.

Artikel ini telah tayang di detikSulsel dengan judul Mahasiswa UKI Toraja Raih Sarjana Teologi usai Teliti Anime One Piece

(yum/yum)