Saat Pelaku Sejarah G30S PKI Didatangi TNI di Sukabumi

Saat Pelaku Sejarah G30S PKI Didatangi TNI di Sukabumi

Siti Fatimah - detikJabar
Rabu, 05 Okt 2022 21:40 WIB
Andi Nurdin bercerita kisah masa lalunya.
Andi Nurdin bercerita kisah masa lalunya. (Foto: Istimewa)
Sukabumi -

Kisah Andi Nurdin (85) yang menjadi pelaku sejarah sebagai prajurit TNI pada masa pemberontakan G30S PKI sampai ke telinga Danyonif 310/Kidang Kencana Mayor Yudhi Heriyanto.

Pihaknya mengutus Pasipers Kapten Inf Hariyanto untuk menyambangi kediaman Pelda (Purnawirawan) Andi Nurdin di Jalan Pelda RT 01 RW 05 Kelurahan Nanggeleng, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi.

"Merupakan sebuah kehormatan bagi Yonif 310/KK untuk dapat bersilaturahmi secara langsung dengan pelaku sejarah yang sekaligus merupakan pendahulu atau sesepuh dari Yonif 310/KK," kata Hariyanto, Rabu (5/10/2022).


Dia mengatakan, mulanya Komanan Yonif 310/KK Mayor Yudhi Herayanto akan bertemu langsung dengan Andi. Akan tetapi, rencana tersebut tertunda karena ada rangkaian kegiatan HUT ke-77 TNI.

"Kami menyampaikan permohonan maaf bahwa sejatinya Danyonif 310/KK yang akan hadir secara langsung, akan tetapi dikarenakan saat ini masih mengikuti rangkaian kegiatan dalam rangka HUT TNI ke-77 Tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Kodam III Siliwangi di Bandung sehingga mendelegasikan kepada Pasipers," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga memberikan amanat dari Danyonif 310/KK kepada Pelda (Purn) Andi Nurdin sebagai wujud perhatian kepada pendahulunya.

Sementara itu, Pelda (Purnawirawan) Andi Nurdin mengaku bangga karena telah menjadi bagian dari satuan Yonif 310/Kidang Kencana. Menurutnya, satuan 310 merupakan yang terhebat dalam menyelesaikan tugas.

"Yonif 310/KK adalah satuan hebat yang selalu berhasil dalam pelaksanaan tugas sebagaimana yang telah dialaminya seperti operasi Pagar Betis penumpasan DI/TII dan pemberantasan komunis di Kalimantan Barat serta mendapatkan ratusan pucuk senjata api saat penumpasan RMS (Republik Maluku Selatan)," ucap Andi.

Di depan juniornya itu, Andi menceritakan asam garam pengalamannya melaksanakan tugas di daerah operasi. Saat itu, dia masih berpangkat Kopral Kepala dan menjabat sebagai anggota Seksi-1 (intel) Yonif 310/KK.

"Selama 7 bulan itu kita kepung di setiap gunung-gunung yang ada di Kalimantan Barat, setiap hari dari jam 6 pagi hingga jam 5 sore kita jalan kaki untuk mencari antek-antek PKI itu mau hujan panas kita jalan terus sampai sepatu habis (rusak)," sambungnya.

"Saya menghaturkan terima kasih atas perhatian Danyonif 310/KK serta mendo'akan agar seluruh anggota Yonif 310/KK selalu berada dalam lindungan Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa," tutupnya.

Andi Nurdin bercerita kisah masa lalunya.Andi Nurdin bercerita kisah masa lalunya. Foto: Istimewa

Kisah Andi Nurdin Sergap G30S PKI

Andi Nurdin (85), pria kelahiran Sulawesi Selatan merupakan salah seorang saksi nyata gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia.

Meski usianya tak lagi muda, ingatan Andi ternyata masih kuat saat ditanya soal kehidupannya di masa lalu. Dia menyebutnya sebagai masa kejayaan.

Pengalamannya dimulai pada tahun 1965. Saat itu ia merupakan bagian intelejen di Batalyon Infanteri 310/Kidang Kencana Kodam Siliwangi.

Dia bersama Usman dan Harun ditugaskan menyusup ke Malaysia saat konfrontasi antara Indonesia dan Malaysia. Andi selamat dari sergapan pasukan Malaysia, sedangkan Usman dan Harun tertangkap dan dihukum mati.

Sepulang dari Malaysia, dia ditugaskan kembali ke Kalimantan Barat tepatnya pada tahun 1966 untuk menumpas antek-antek PKI. Dia mengungkapkan, ada sekitar 11 prajurit Batalyon Infanteri 310/Kidang Kancana gugur saat penyerbuan di Sungai Sekayam (anak sungai Kapuas).

"Kalau itu memang musim-musim PKI, dari 310 ada 11 orang korban yang meninggal. Kita nggak tahu peristiwa akan terjadi seperti itu karena yang dikirim dari Jawa. Setelah ada perintah masuk ke perbatasan baru tahu tugasnya mengamankan PKI," kata Andi beberapa waktu lalu.

Saat itu, dia memiliki tugas khusus. Tak hanya memegang senjata dan mengamankan gerombilan PKI, ia juga sekaligus menjadi intelejen yang mengumpulkan informasi dari masyarakat soal keberadaan PKI.

Dia mengatakan, pasukan 310 Siliwangi hanya membutuhkan waktu 7 bulan untuk menyelesaikan operasi disaat pasukan lain menghabiskan waktu 1 tahun.

"Dari hasil operasi penumpasan PKI, kita mendapat 250 pucuk senjata hasil perampasan dari PKI. Dalam 7 bulan itu diselesaikan, 310 itu istimewa, pasukan lain 1 tahun kita 7 bulan," ujarnya.

(orb/orb)