7 Sepak Terjang Deni Solang Perjuangkan Hak Penderita Gangguan Jiwa

Round Up

7 Sepak Terjang Deni Solang Perjuangkan Hak Penderita Gangguan Jiwa

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Kamis, 06 Okt 2022 05:30 WIB
Deni Solang teman orang gila asal Sukabumi tengah sakit stroke
Deni Solang 'teman orang gila' asal Sukabumi tengah sakit stroke (Foto: Syahdan Alamsyah)
Sukabumi -

Sepak terjang Deni Solang pengelola panti rehabilitasi mental Aura Welas Asih di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi beberapakali membuat geger publik dengan aksi-aksi nyelenenhnya.

Namun apa yang dilakukan pria yang kini mengalami stroke itu adalah untuk kepentingan penghuni pantinya. Sekadar diketahui, Deni Solang lebih dahulu dikenal dengan rentetan aksinya melakukan razia terhadap penyandang gangguan jiwa di Palabuhanratu.

1. Dikenal Dengan Julukan Teman Orang Gila


"Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) bukan untuk di jahati, jadikan mereka teman maka kesembuhan akan datang menghampiri", kutipan kalimat inilah yang menjadi dasar bagi Deni Solang, untuk aktif menjadi relawan sosial khusus penderita gangguan kejiwaan.

Ada puluhan orang yang berhasil disembuhkan Deni. Rata-rata penderita gangguan jiwa yang disembuhkan Deni sengaja diambil dari jalanan, pasar hingga dijemput dari keluarganya dalam kondisi terpasung.

"Kalau penderita gangguan jiwa ini kita galakin maka dia akan beringas, karena mereka itu memiliki sifat pendendam. Ketika kita jadikan mereka sebagai teman maka pikiran mereka akan lebih terbuka dan ini yang mempermudah proses penyembuhan," kata Deni di Panti Aura Welas Asih, yang saat itu masih berada di Kampung Cangehgar Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (22/10/2017) silam.

2. Bangun Panti Modal Sendiri

Panti Aura Welas Asih berdiri di atas lahan seluas 1.600 meter persegi, lahan bekas perkebunan itu sengaja disulap Deni untuk menampung Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Ada alasan yang mendasari Deni membangun panti sosial tersebut.

Di atas tanah tersebut berdiri tiga bangunan, bangunan pertama adalah Musala tempat pengajian dan rukiah, kemudian bangunan penjaga panti dan dapur dan terakhir satu bangunan berisi tiga ruang memanjang yang berisi penderita gangguan jiwa.

"Sekitar tahun 2008 saya sering berkeliling ke pasar tradisional, terminal dan dermaga ikan Palabuhanratu. Setiap sore saya rutin kasih makan ke penderita gangguan jiwa, nah persoalan yang saya hadapi saat itu adalah para penderita ini jarang diam di satu tempat pas saya mau kasih makan mereka sudah geser lokasinya," tutur Deni kala itu.

Hal itu membuat Deni berpikir keras, hingga sedikit demi sedikit dia mulai menyisihkan rezeki miliknya. Mulai dari membeli tanah sampai mendirikan bangunan, sampai akhirnya sekitar tahun 2014 mimpinya tercapai.

"Sisa lahan masih banyak, ada mimpi lainnya yang perlahan sedang saya wujudkan yaitu panti asuhan anak Insya Allah November mulai aktif. Kemudian panti rehabilitasi korban narkoba dan anak nakal," lanjut Deni.

3. Panti Terancam Tutup

Panti Aura Welas Asih yang merawat puluhan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) terancam tutup beroperasi, tingginya biaya operasional jadi salah satu alasan kenapa panti yang memulai operasinya pada tahun 2014 itu terpaksa tutup.

"Satu bulan saya mengeluarkan uang pribadi hampir mencapai Rp 20 juta sampai Rp 25 juta, sementara dari dermawan bantuan hanya Rp 3 juta sebulan. Kalau terus mengandalkan uang pribadi ada kalanya saya mengalami keterpurukan ekonomi, tidak full merawat," kata Deni Solang, pemilik dan pengelola Panti Aura Welas Asih melalui sambungan telepon dengan detikcom, Rabu (20/12/2017) silam.

Deni menyesalkan minimnya apresiasi dan perhatian dari pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi, selama ini pihaknya merasa telah membantu pengentasan orang gila di jalanan.

"Mereka (Dinas) hanya jago memberikan wacana dan janji - janji, sementara realitanya kami hanya sendirian bersama para dermawan," lanjut pria yang dikenal dengan sebutan teman orang gila tersebut.

4. Pancing Kepedulian Warganet #SaveTemanOrangGila

Warganet di Sukabumi bereaksi atas rencana penutupan Panti Aura Welas Asih yang dikelola Deni Solang, relawan sosial dari Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat. Komentar warganet beragam.

Mereka menyesalkan rencana penutupan panti yang khusus menampung Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tersebut. Bukan hanya itu, warganet menyinggung pemberian penghargaan yang diraih Pemkab Sukabumi sebagai kabupaten Peduli Hak Asasi Manusia (HAM) dari Kementerian Hukum dan HAM.

"Kami menyesalkan rencana penutupan panti oleh pemilik dan pengelolanya. Bisa dibayangkan apa yang akan terjadi kalau benar-benar di tutup Sukabumi akan kembali dibanjiri oleh penderita gangguan jiwa di jalanan," kata Dede Abdul Latif, salah satu warganet yang menggelorakan tagar #SaveTemanOrangGila, kepada detikcom via telepon, Rabu (20/12/2017).



Simak Video "ODGJ Bawa Motor Tabrak Orang Lalu Ngamuk, Pemotor Lain Ditusuk!"
[Gambas:Video 20detik]