Prof Muradi: Ridwan Kamil Role Model Cawalkot Bandung 2024

Prof Muradi: Ridwan Kamil Role Model Cawalkot Bandung 2024

Sudirman Wamad - detikJabar
Selasa, 04 Okt 2022 08:54 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berbicara dalam acara Farewell Event for Anies Baswedan di Jakarta, Minggu (2/10/2022).
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Foto: Andhika Prasetia)
Bandung -

Sejumlah tokoh elite parpol dan non-parpol mulai mencuat sebagai calon yang berpotensi maju di Pilwalkot Bandung 2024. Tapi, menurut pengamat politik, Ridwan Kamil merupakan role model yang bisa ditiru para tokoh tersebut.

Dewan Penasihat Indonesian Politics Research and Consulting (IPRC) Prof Muradi mengatakan ada tiga syarat yang bisa memperbesar peluang menang di Pilwalkot Bandung 2024. Selain elektabilitas dan mesin parpol, calon yang maju juga harus bisa menawarkan inovasi dan kreativitas.

"Calon-calon itu harus menawarkan hal baru. Ukuran Wali Kota Bandung itu kaya RK (Ridwan Kamil). Ada inovasi, stimulasi, punya kreativitas dan sebagainya," kata Muradi kepada detikJabar, Selasa (4/10/2022).


Lebih lanjut, Muradi mengatakan masyarakat Bandung membutuhkan pemimpin yang punya inovasi. Calon wali kota yang tak kreatif, dikatakan Muradi, bakal ditinggal pemilih. Terlebih lagi, lanjut Muradi, lebih pemilih muda di Kota Bandung itu nyaris mendominasi.

"Ya, ukurannya itu RK. Minimal mendekati atau kebijakannya mirip-mirip," ucap Muradi.

Sekadar diketahui, menurut IPRC ada lima tokoh yang potensial untuk maju di Pilwalkot Bandung 2024 berdasarkan survei yang dilakukan pada Juli lalu. Istri Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Atalia Praratya dinilai paling potensial ketimbang empat tokoh lainnya.

Kemudian disusul Yana Mulyana yang saat ini menjabat sebagai Wali Kota Bandung, M Farhan yang menjabat sebagai DPR RI dari fraksi Nasdem, Budi Dalton dan Raffi Ahmad. Atalia dan Yana dinilai figur yang memiliki popularitas dan elektabilitas tinggi.

Sementara itu, nama-nama elite parpol yang saat ini muncul dan digadang-gadangkan maju di Pilwalkot Bandung 2024 di antaranya, Edwin Senjaya selaku Ketua DPD Partai Golkar Kota Bandung, kemudian Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bandung Achmad Nugraha, dan Ketua DPC PKB Kota Bandung Erwin.

Nama lainnya yang digadang-gadangkan punya peluang menurut Indonesia Strategic Institute (Instrat), yakni Andri Rusmana dari PKS, Fiki Satari dari PKB, Arfi Rafnialdi yang menjabat sebagai tim kebijakan Gubernur Jabar dan Sekda Kota Bandung Ema Sumarna.

(sud/yum)