Kala Warga Ujunggenteng Sukabumi Bingung Perahu Jukung Ditarik Basarnas

Kala Warga Ujunggenteng Sukabumi Bingung Perahu Jukung Ditarik Basarnas

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Senin, 03 Okt 2022 20:01 WIB
Perahu jukung ditarik Basarnas.
Perahu jukung (Foto: Istimewa).
Sukabumi -

Perahu jukung milik Basarnas di wilayah Ujunggenteng, Kabupaten Sukabumi tiba-tiba ditarik. Warga yang selama ini aktif dalam aksi-aksi penyelamatan kecelakaan laut kebingungan. Pasalnya selama ini mereka menggunakan perahu itu untuk aksi SAR.

Asep JK, Ketua Kerukunan Nelayan di pesisir Ujunggenteng mengatakan pihaknya menerima perahu itu pada tahun 2019 dari Basarnas. Perahu itu diserahkan kepada pihak HNSI, selain di Ujunggenteng juga di wilayah Palabuhanratu.

"Yang menerima itu wilayah Ujunggenteng dan Palabuhanratu, jadi itu untuk evakuasi kecelakaan laut yang menimpa nelayan. Itu yang tertulis dalam perjanjiannya," kata Asep JK kepada detikJabar, Senin (3/10/2022).


Asep JK mengatakan pihaknya mengakui perahu itu milik Basarnas dan mekanisme penggunaannya-pun hanya pinjam pakai. Saat pengambilan perahu, ia juga melihat catatan masa kontrak peminjaman hanya berlaku selama 2 tahun.

Namun ia mengaku bingung karena sejauh ini pihaknya hanya mengandalkan perahu itu untuk membantu proses evakuasi kecelakaan laut.

"Perahu itu beberapakali dipakai ketika ada peristiwa kecelakaan laut yang menonjol, dulu pernah ada anak pejabat hanyut sampai Pak Bupati datang akhirnya oleh kita dapatnya. Kemudian temu mayat di perairan Ujunggenteng kita evakuasi juga menggunakan perahu itu," ujarnya.

"Selama ini hanya dari Basarnas yang memperhatikan kondisi kebutuhan evakuasi SAR, kami sangat membutuhkan perahu itu ketika terjadi kecelakaan laut. Nah tiba-tiba kemarin dari Basarnas Palabuhanratu telepon menanyakan perahu ada atau nggak, saya jawab ada," sambungnya.

Telepon dari Basarnas itu dikira Asep hanya akan meminta laporan, tapi ternyata pihak Basarnas belasan orang datang dan akan mengambil perahu tersebut.

"Dikira saya hanya buat laporan, posisi saya di Surade tiba-tiba dapat kabar dari pengurus katanya ada yang mau mengambil perahu, saya kira awalnya mau lihat-lihat perahu. Karena kan posisinya memang sudah diganti oli dicuci. Karena dikira mau mengecek perahu dari Jakarta. Ketika datang ternyata bawa mobil truk, yang datang lebih dari 15 orang bawa dari Jakarta untuk ambil perahu," bebernya.

Asep JK berharap perahu itu bisa tetap berada di perairanUjunggenteng. "Harapan saya bisa tetap diUjunggenteng. Karena ketika ada kecelakaan laut itu andalan kami di sini. Mesinnya kan 15 PK jadi respon cepat bisa segera dilakukan ketika ada laka laut," pungkas dia.

Sementara itu, Basarnas membenarkan soal penarikan perahu jukung. Menurut mereka pemindahan dua aset armada laut itu dilakukan pada Sabtu (1/10) lalu dari Dermaga Ujung Genteng dan Dermaga Palabuhan Ratu menuju Pos SAR Sukabumi.

Fazzli, Kepala Kantor SAR Jakartan menuturkan pemindahan aset itu dilakukan untuk perawatan serta pemeliharaan aset agar lebih maksimal digunakan kemudian akan dilakukan evaluasi untuk kelayakan aset pada saat digunakan untuk operasi SAR di wilayah Ujunggenteng dan Palabuhanratu.

"Pemberitahuan melalui Koordinator Pos SAR Sukabumi kepada pihak HNSI sudah dilaksanakan sebelum akhirnya perahu itu kemudian kami pindahkan untuk perawatan serta perbaikan." tegas Fazzli, dalam keterangan yang diterima detikJabar.

Ia juga mengungkapkan bahwa perjanjian kerja sama yang dilakukan oleh Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sukabumi dengan BASARNAS juga sudah berakhir mengenai penempatan kedua aset tersebut sejak November 2021 sehingga tidak mungkin pihak dari HNSI tidak mengetahui hal demikian.

Pihak Basarnas melalui unit pelaksana Teknis Kantor SAR Jakarta akan meninjau kembali perpanjangannya setelah ada konfirmasi dari pihak kedua karena bagaimanapun penggunaan aset yang merupakan Barang Milik Negara itu harus ada yang bertanggung jawab untuk penggunaannya.

"Biar bagaimanapun untuk upaya pencarian dan pertolongan di wilayah Ujunggenteng maupun yang merupakan wilayah Kerja Kantor SAR Jakarta akan tetap kami terjunkan personil serta alat utama yang ada untuk membantu masyarakat tanpa terkecuali." tutup Fazzli.

(sya/mso)