Cerita Tiga Warga Cianjur, Masih Bugar di Usia Lebih dari Seabad

Cerita Tiga Warga Cianjur, Masih Bugar di Usia Lebih dari Seabad

Ikbal Selamet - detikJabar
Senin, 03 Okt 2022 12:00 WIB
Abah Jajang, Warga Desa Jati Kecamatan Bojongpicung yang berusia 101 tahun namun tetap bugar
Abah Jajang, Warga Desa Jati Kecamatan Bojongpicung yang berusia 101 tahun namun tetap bugar (Foto: Ikbal Selamet/ detikJabar)
Cianjur -

Masyarakat dengan usia di atas 100 tahun ternyata tidak hanya ada di Kampung Adat Miduana yang belakangan ini viral. Tercatat di Cianjur juga ada 183 orang berusia panjang, bahkan ada juga yang usianya mencapai 119 tahun.

Masyarakat usia panjang ini tidak hanya berada di wilayah pedesaan di pelosok Cianjur, namun beberapa di antaranya juga ada di wilayah perkotaan.

Beberapa diantaranya masih bugar dan bisa beraktivitas, namun ada juga yang sudah mulai mengalami masalah kesehatan.


Abah Jajang misalnya, warga Desa Jati, Kecamatan Bojongpicung ini kini berusia 101 tahun. Pria yang lahir pada 1921 ini masih bugar dan masih bisa melakukan banyak aktivitas di usianya yang sudah lebih dari satu abad.

Bahkan sering kali dia pergi ke Waduk Jangari untuk memancing, pergi ke sawah untuk bertanam padi, dan aktivitas lainnya.

"Alhamdulillah abah masih bisa melakukan aktivitas seperti biasa, ke sawah masih bisa, mancing mah apalagi masih rutin. Hampir setiap minggu abah mancing ke Calincing (kawasan Waduk Jangari)," kata dia, Sabtu (1/10/2022).

Bahkan Abah Jajang mengaku selama hidupnya tak pernah sakit parah hingga harus dirawat di rumah sakit. "Ah abah mah paling kalau sakit kurang darah, tapi tidak sampai dirawat di rumah sakit. Sampai sekarang belum pernah nginep di rumah sakit," ungkapnya.

Menurut dia, kebiasaan menjalankan pola hidup sehat membuat dia masih bugar di usia tuanya. Mulai dari rutin mengkonsumsi air putih, makan rebusan sayuran, hingga berolahraga.

"Yang penting makanan dijaga, olahraga, dan satu lagi jangan banyak pikiran atau kalau kata orang Sunda mah tong ngingu kapusing (jangan memelihara masalah)," kata dia.

Di sisi lain, ada juga Abah Daryo, warga Desa Cibinong Hilir, Kecamatan Cilaku yang kini usianya sudah menginjak 107 tahun. Namun berbeda dengan Abah Jajang, Daryo sudah mengalami gangguan kesehatan, terutama pada pengelihatannya.

Sejak dua tahun terakhir Daryo tidak bisa melihat dengan jelas, sehingga aktivitasnya tidak lagi sama dengan saat pengelihatannya normal.

"Sudah dua tahun abah tidak bisa melihat, kalau lihat itu seperti gelap saja. Kalau sebelumnya mah masih sebatas samar-samar, tapi bisa melihat. Kalau sekarang mah sudah susah melihat, jadi aktivitas juga paling di rumah atau pergi ke masjid, itu juga harus diantar," kata Daryo.

Tetapi sama dengan Jajang, selama hidupnya Abah Daryo juga belum pernah sakit parah hingga harus dirawat di rumah sakit. Hal itu dikarenakan pola hidupnya yang terbilang sehat, dengan rutin berolahraga dan mengkonsumsi makanan yang sehat.

"Kalau sampai dirawat di rumah sakit belum pernah, paling meriang biasa," tuturnya.

Sementara itu di wilayah Cianjur selatan, ada juga Abah Onon, warga Desa Pasawahan, Kecamatan Takokak yang kini usianya 102 tahun. Sama dengan dua lansia seabad sebelumnya, Onon juga masih sanggup beraktivitas.

Meski sudah tidak bisa pergi ke sawah, tetapi Abah Onon masih bisa pergi ke masjid untuk menunaikan ibadah salat berjamaah setiap waktu.

"Ke sawah mah sudah susah, tapi kalau ke masjid masih bisa. Aktivitas juga hanya di sekitaran rumah sekarang mah. Tapi tidak sampai hanya rebahan di kamar, masih suka aktivitas, masih kuat," ungkapnya.

(yum/yum)