Upaya Komunitas Ungkap Pembunuhan Puluhan Kucing di Tasikmalaya

Upaya Komunitas Ungkap Pembunuhan Puluhan Kucing di Tasikmalaya

Faizal Amiruddin - detikJabar
Minggu, 02 Okt 2022 19:17 WIB
Komunitas laporkan kasus pembunuhan kucing ke polisi.
Komunitas laporkan kasus pembunuhan kucing ke polisi (Faizal Amirudin/detikJabar).
Tasikmalaya -

Aksi pembantaian puluhan ekor kucing di pasar Indihiang dan pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya membuat komunitas Tasikmalaya Peduli Kucing bergerak. Mereka mengadukan temuan itu ke Mapolres Tasikmalaya Kota, Minggu (2/10/2022) sore.

"Kami melapor dengan harapan pelaku pembantaian kucing ini bisa terungkap," kata Ketua Tasikmalaya Peduli Kucing Rellys Irel di Mapolres Tasikmalaya Kota.

Dia meminta polisi menindaklanjuti laporannya itu. Pasalnya kasus pembantaian kucing ini sudah dianggapnya perbuatan yang keterlaluan dan biadab.


"Semoga polisi bisa segera menindaklanjuti pelakunya siapa," kata Rellys.

Rellys mengaku perbuatan pembantaian kucing ini tak bisa diterima dan di luar nalar akal sehat. "Ada apa dengan kucing, kok sampai tega?. Kemana hati pelaku ketika dia sedang menggorok dan menyayat kucing-kucing itu. Sakit jiwa atau bagaimana?" kata Rellys.

Dia menegaskan akan mengawal kasus ini sampai tuntas dengan harapan kasus pembantaian kucing tidak terjadi lagi.

"Saya akan dampingi terus, akan saya kejar. Supaya tidak terjadi lagi kasus serupa, kalau dibiarkan saya takut terjadi lagi," kata Rellys.

Membuka Sayembara

Sebelum melapor ke polisi, Rellys juga mengaku sudah membuka sayembara kepada masyarakat yang mengetahui informasi pelaku kasus ini dengan imbalan Rp 500 ribu. Sayembara itu dia sebar di media sosial dengan harapan dia bisa mencari tahu siapa pelaku pembantaian kucing ini.

"Jadi saya sudah capek mencari informasi kasus ini. Bertanya ke pedagang juga tidak tahu, bertanya ke petugas sampah juga tidak tahu. Akhirnya saya coba membuat sayembara, siapa yang tahu pelaku pembantaian ini saya beri reward Rp 500 ribu cash," kata Rellys. Namun sejauh ini belum ada masyarakat yang memberikan informasi yang diharapkan.

Dia juga mengatakan bagi masyarakat yang mengetahui pelaku agar jangan takut menginformasikan kepada dirinya atau polisi. "Jangan takut, identitas tidak akan dibuka. Anda di belakang layar, biar saya yang maju," kata Rellys.

Sebelumnya komunitas pecinta kucing Tasikmalaya meradang. Hal itu menyusul temuan pembantaian puluhan ekor kucing di dua pasar yang ada di Kota Tasikmalaya, pasar Cikurubuk dan pasar Indihiang. Belasan ekor kucing disembelih, bahkan beberapa diantaranya ada yang ditemukan dalam kondisi organ dalamnya hilang.

Pembantaian 13 ekor kucing ditemukan akhir pekan ini di pasar Indihiang. "Di pasar Indihiang terjadi dalam dua hari berturut-turut, Jumat dan Sabtu kemarin," kata Rellys.

Dalam kurun dua hari itu 13 ekor kucing ini ditemukan mati mengenaskan dengan kepala dipenggal dan jeroan atau organ dalamnya hilang. "Kalau di pasar Indihiang ditemukan di blok daging. Mati semua, jeroannya hilang," kata Rellys.

Seminggu sebelumnya, Rellys juga menemukan kasus serupa di Pasar Cikurubuk. Di pasar induk ini Rellys mengatakan pihaknya menemukan 8 ekor kucing mati dengan kondisi digorok. "Seminggu sebelumnya di Cikurubuk, 8 ekor mati. Tiga ekor jantan digorok, kemudian ada yang betina hamil disayat perutnya lalu diambil plasentanya," kata Rellys.

Di pasar Cikurubuk Rellys juga mengaku sempat menyelamatkan 2 ekor kucing yang mengalami luka sayatan di perut. "Ada 2 ekor yang berhasil kami selamatkan, sudah dioperasi karena ada luka di tubuhnya," kata Rellys.

Rellys mengatakan pembantaian kucing di pasar Cikurubuk dan pasar Indihiang relatif sama. Sama-sama digorok dan disayat bagian perutnya. "Saya menduga pelakunya sama. Waktu ditemukannya pun sama, sekitar pukul 3 pagi," kata Rellys.

(mso/mso)