2 TKI Cerita ke Bupati Bandung soal Suka & Duka Kerja di Korsel

2 TKI Cerita ke Bupati Bandung soal Suka & Duka Kerja di Korsel

Jihaan Khoirunnisa - detikJabar
Minggu, 02 Okt 2022 19:06 WIB
Bupati Bandung di Korsel
Foto: Pemkab Bandung
Jakarta -

Bupati Bandung Dadang Supriatna berkunjung ke Korea Selatan (Korsel). Di sana, ia menemui dua pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Bandung yang tengah bekerja di Negeri Ginseng tersebut.

Mereka adalah Gara, warga Desa Bojongsalam Kecamatan Rancaekek, serta Neng Sri, warga Ciwidey Pasirjambu Kabupaten Bandung yang sudah tiga tahun bekerja di Korea Selatan.

Diketahui pertemuan pada Sabtu (1/10) malam tersebut berlangsung usai opening ceremony The 68th Baekje Culture Festival. Dadang turut didampingi Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung Rukmana.


"Saya menyempatkan diri bertemu dengan beberapa PMI (Pekerja Migran Indonesia) asal Kabupaten Bandung di Korea Selatan. Semoga sehat semuanya Aamiin YRA dan selanjutnya nanti kita akan ketemu dengan semua PMI asal Kabupaten Bandung. Berbagai pengalaman akan kita diskusi secara langsung," kata Dadang dalam keterangan tertulis, Minggu (2/10/2022).

Lebih lanjut Dadang menyebut pertemuan dengan PMI ini untuk mengetahui perkembangan program tenaga kerja di Korea Selatan yang digagas oleh Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung. Sekaligus menjadi evaluasi agar program tersebut menjadi lebih baik ke depannya.

"Tentu ini merupakan bahan evaluasi, apakah program ini bisa dilanjutkan dan bisa ditambah. Saya melihat bahwa kondisi saat ini perlu ada penambahan para warga Kabupaten Bandung untuk bisa bekerja di Korea Selatan atau bekerja di Jepang. Dan tentu salah satu tugas hari ini adalah kita akan memantau sejauh mana efektivitas kinerja anak-anak dalam bekerja di Korea Selatan. Sekaligus akan menyapa mereka dan semoga, diberikan kesehatan oleh Allah SWT. Terima kasih kepada semuanya," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung Rukmana mengatakan program penjaringan tenaga kerja ke Korea Selatan akan terus dilanjutkan. Dengan begitu diharapkan dapat menekan angka pengangguran di Kabupaten Bandung.

"Bahkan, diharapkan lebih banyak lagi warga yang bekerja di Korea Selatan. Pulang dari Korea Selatan, setelah bekerja bisa bawa uang yang banyak, untuk bisa membuka usaha atau bisnis untuk menjadi orang yang sukses. Terima kasih Pak Bupati sudah mendukung program ini," jelasnya.

Di sisi lain, Gara dan Neng Sri menceritakan perjalanannya bekerja di Korea Selatan. Menurut Gara saat ini jumlah pekerja migran asal Indonesia semakin banyak. Di samping itu, banyak juga warga Indonesia yang aktif mengikuti organisasi serta melanjutkan kuliah di sana.

"Selain bekerja, pada Sabtu dan Minggu itu biasanya pergi ke basecamp- basecamp Kabupaten Bandung. Di sini banyak banget basecamp-basecamp Kabupaten Bandung," katanya.

Diungkapkan Gara, dirinya sudah bekerja selama empat tahun di Korea Selatan. Dari pekerjaannya tersebut, ia bisa mengantongi penghasilan sekitar Rp 35 juta. Jumlah ini menurutnya sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bahkan masih ada sisa untuk hiburan.

"(Biaya hidup) kalau dirupiahkan sekitar Rp 5 juta. Dengan biaya Rp 5 juta itu, sudah hedon banget dan bisa foya-foya. Tiap minggu bisa pergi ke mana-mana. Cukup murah," tuturnya.

Dia pun mengajak warga Kabupaten Bandung lainnya yang berminat untuk mengikuti program penjaringan di jurusan bahasa Korea. Karena itu menjadi syarat utama untuk bisa bekerja di sana.

"Salah satu program dari Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung juga, bisa diikuti. Oh iya, terima kasih juga kepada Bapak Bupati Bandung sudah ngasih program-program, sudah ngasih kesempatan, sudah banyak peluang untuk bisa ekspor ke Korea Selatan bekerja dan menyalurkan bakat di Korea Selatan," katanya.

Tidak jauh berbeda, Neng Sri yang kini bekerja di perusahaan elektronik menyebut penghasilannya per bulan bisa mencapai Rp 20 juta. Namun uang yang didapatnya tersebut tidak semua habis dipakai, sisanya ada yang ditabung dan dikirim untuk keluarga di Tanah Air.

"(Tiap bulan) sebesar Rp 15 juta, dikirim ke rumah," tuturnya.

Lebih lanjut dia juga menceritakan suka dukanya selama menjalani pekerjaan di Korea Selatan. "Dukanya, jauh dari keluarga tapi senangnya, kerja di sini fasilitasnya enak," tukasnya.

"Pokoknya, yang lagi belajar tetap semangat, dan ditunggu di sini," lanjutnya.



Simak Video "Leganya Warijo Bisa Kembali Melihat dengan Jelas Usai 3 Tahun Katarak"
[Gambas:Video 20detik]
(ncm/ega)