Bahaya! Benteng Pembatas di Pangandaran Mepet ke Jalan Raya

Bahaya! Benteng Pembatas di Pangandaran Mepet ke Jalan Raya

Aldi Nur Fadilah - detikJabar
Kamis, 29 Sep 2022 19:49 WIB
Pagar pembatas jalan yang terlalu dekat dengan jalan raya Pangandaran
Pagar pembatas jalan yang terlalu dekat dengan jalan raya Pangandaran (Foto: Aldi Nur Fadilah/detikJabar)
Pangandaran -

Pembangunan benteng pembatas di kawasan Panca Jaya Makmur Bersama (PMB) dinilai terlalu dekat dengan Jalan Raya Pangandaran, Desa Wonoharjo, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran.

Benteng pembatasan kawasan itu sangat menjorok ke jalan sehingga dianggap mengganggu estetika. Nurdiansyah (35) warga Pangandaran menganggap bahwa benteng yang dibangun di kawasan PMB itu menyekat pohon yang membuat jalan teduh.

"Itu kan bentengnya terlalu dekat jalan raya jadi kelihatannya kurang estetik aja," kata Nurdin kepada detikJabar. Kamis (29/9/2022).


Ia mengatakan pembangunan benteng itu harusnya agak mundur ke dalam, karena letaknya berada di saluran air desa. Ketua DPRD Pangandaran Asep Noordin menganggap pembangunan benteng tidak ramah lingkungan dan tidak estetis dengan keindahan.

"Pembangunan benteng itu berada di samping Jalan Nasional Pangandaran-Cijulang, tentunya harus bisa memperhatikan estetika," kata Asep.

Sementara Ruko yang sudah ada pada benteng sebelum PMB, punya halaman cukup luas dan terbuka.

"Tiba-tiba benteng setelah ruko ada benteng didirikan di sela-sela pohon yang membuat teduh jalan. Harusnya jaraknya ke jalan raya sejauh 7 meter dari ruas jalan, sehingga ada ruang dan sudut pandang pun terlihat bagus," ucapnya.

Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Darda Kusna mengatakan, pembangunan benteng di kawasan PMB memang menjorok ke jalan raya, akibatnya melebihi Daerah Milik Jalan (DMJ).

"Pembangunannya terkesan terburu-buru karena membangun pagar tanpa adanya konfirmasi terlebih dahulu ke dinas PU. Maka jika untuk pabrik tidak sesuai peruntukannya," katanya.

Pihaknya sudah meminta pihak pengelola untuk evaluasi dan dimundurkan. "Hasil tinjauan lapangan batas DMJ berada di dalam pagar, maka harus dimundurkan," ucapnya.

Menurutunya saat pihak pemgembang sudah mempunyai itikad baik untuk memperbaiki. "Mereka menyatakan sudah siap menempuh sesuai prosedur dan akan dimundurkan," katanya.

(yum/yum)