Sanksi Bagi Siswi SMP Duel yang Viral di Sukabumi

Sanksi Bagi Siswi SMP Duel yang Viral di Sukabumi

Siti Fatimah - detikJabar
Kamis, 29 Sep 2022 14:30 WIB
ilustrasi wanita
Ilustrasi perempuan duel. (Foto: iStock)
Sukabumi -

Belasan siswi SMP negeri dipanggil polisi pasca terekam melakukan aksi duel di Lapang Angkasa, Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi. Dalam video tersebut terlihat dua siswi berduel adu jotos dan saling menendang. Aksi tersebut direkam sekaligus ditonton teman-temannya.

Siswi SMP ini berasal dari dua SMP berbeda di Sukabumi yaitu SMPN 14 dan SMPN 2 Sukabumi. Lalu apa sanksi yang berlaku bagi belasan siswi tersebut?

Kepala Sekolah SMPN 14 Kota Sukabumi, Rachmat Dharmadi mengatakan, sejauh ini para siswi di sekolahnya sudah diberikan pembinaan oleh pihak kepolisian.


"Sudah diadakan pembinaan oleh sekolah, Polsek Baros, Polsek Cibeureum dan Polsek Kebonpedes Rabu (28/9) kemarin semua siswa dan orangtuanya," kata Rachmat kepada detikJabar, Kamis (29/9/2022).

Dia mengatakan, pihaknya juga mengeluarkan Surat Peringatan (SP) kepada para siswi untuk tidak melakukan tindakan serupa. Di samping itu, mereka juga mendapatkan pengawasan ketat.

"Diberikan surat peringatan dan perjanjian antara sekolah dan orang tua serta siswanya untuk tidak mengulangi lagi. Iya ada (perhatian khusus) upaya bimbingan oleh BK dan orangtua selalu berkomunikasi dengan Wali Kelasnya," ujarnya.

Ditanya soal sanksi ancaman skorsing hingga drop out, Rachmat menjelaskan, persoalan sanksi akan melihat perkembangan dan komitmen para siswi. "Melihat perkembangan perjanjian mereka, Surat Peringatan 1, dipatuhi tidak. Selanjutnya kalau dilanggar, sekolah beri peringatan yang lebih (berat)," ucap dia.

Sebelumnya, Kapolsek Kebonpedes Resor Sukabum Kota Iptu Tommy Ganhany Jaya Sakti menegaskan, tidak akan segan-segan menindak para siswi jika kedapatan mengulang aksi sparring atau kedapatan melakukan pelanggaran tindak pidana. Video pernyataan itu juga menjadi barang bukti yang disimpan oleh pihak kepolisian.

"Proses ini harus melibatkan semua pihak, tidak hanya kepolisian saja, dinas-dinas instansi terkait juga harus peduli. Pihak sekolah koperatif dan berjanji akan memberikan sanksi tegas. Mereka juga akan membuat pernyataan di sekolah, di drop out atau tidak dinaikkan kelas," kata Tommy.

"Kami juga berupaya intensitas patroli anggota kami terutama jam rawan sekolah, titik-titik mana yang menjadi lokasi rawan. Kami perintahkan anggota kami, unit patroli untjk melakukan patroli secara periodik," ujarnya.

(orb/orb)