Round-up

Nestapa di Priangan Timur

Tim detikJabar - detikJabar
Rabu, 28 Sep 2022 22:15 WIB
Banjir Pangandaran
Banjir Pangandaran (Foto: Istimewa)
Bandung -

Bencana melanda dua daerah di Jabar hari ini. Banjir melanda Pangandaran. Kemudian, di Tasikmalaya ada pergerakan tanah yang mengakibatkan sejumlah rumah retak.

Berikut rangkuman bencana alam yang melanda di Jabar hari ini:

Banjir Rendam Dua Rumah di Pangandaran

Banjir masih mengepung beberapa wilayah di Pangandaran. Bahkan ada dua rumah tenggelam. Dua rumah yang tenggelam itu berada di Dusun Cicurug, Desa Bunisari, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran. Informasi dihimpun pada Rabu (28/9/2022), ada 33 kepala keluarga yang terdampak banjir.


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran Kustiman mengatakan kondisi terparah menerjang dua rumah. Penghuni saat ini sudah dievakuasi.

"Saat ini banjir memang belum surut sepenuhnya. Tapi alhamdulillah penghuni 2 rumah yang terendam sudah dievakuasi, termasuk barang-barang rumah," kata Kustiman, Rabu (28/9).

Ia mengatakan air banjir di satu kawasan tersebut lama surut karena curah hujan tinggi dalam sepekan terakhir. Terlebih ditambah saluran airnya tidak mengalir dengan lancar.

"Salurannya sempit, dan letak geografisnya di bawah, meskipun dataran tinggi tapi ada posisi rumah di bawah kubangan atau cekungan," ucapnya.

Sementara itu, sambung dia, banjir di wilayah lain sudah berangsur aman. Meski begitu, kondisi ketinggian air masih 3 meter. "Sudah berangsur surut, namun kemungkinan lama," katanya.

Untuk akses jalan, dia mengatakan kondisi masih terhambat. Warga pun terpaksa menggunakan perahu karet. "Tim dari Tagana dan BPBD sudah menyimpan perahu untuk aktivitas warga sementara waktu," ucapnya.

Ketua Tagana Pangandaran Nay mengatakan debit air mengalir kemungkinan akan berlangsung lama, bisa sampe 1 bulan baru bisa surut.

"Kondisi ketinggian air yang terendam sekitar 160 cm, barang-barang udah dievakuasi rumah di kawasan tersebut yang aman hanya rumah, sementara akses jalan terhambat," ucapnya.

Puluhan Rumah Retak gegara Pergerakan Tanah

Sementara itu, sebanyak 35 rumah di Kabupaten Tasikmalaya mengalami pergeseran tanah. Hal itu disebabkan hujan deras yang melanda wilayah Tasikmalaya beberapa hari ini.

Puluhan rumah yang rusak tersebut berada di Kampung Ciketug, Desa Parakanhonje, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya. Kerusakan rumah mulai dari ringan hingga rusak berat.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tasikmakaya Kurnia Trisna Somantri mengatakan pergerakan tanah terjadi usai wilayah selatan diguyur hujan deras. Sebanyak 44 keluarga terdampak.

"Pergerakan tanah tersebut terjadi pada tanggal 24 September 2022 lalu, bahkan pergerakan tanah itu masih terus terjadi hingga saat ini yang sebabkan 35 rusak ringan dengan jumlah 40 keluarga, 1 rusak berat 1 keluarga 4 jiwa," Kata Kurnia, Rabu (28/9/22).

Saat ini Pemerintah Kabupaten melalui BPBD akan berkoordinasi dengan Badan Geologi untuk pengecekan lokasi. Masyarakat terdampak diimbau untuk mengungsi ke tempat lebih aman.

"Untuk sementara, warga yang terdampak melakukan evakuasi mandiri ke rumah saudara saat malam hari, karena ketakutan mereka terjadi lagi," tambah Kurnia.

Wakil Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin mengatakan, bahwa pihaknya sudah menerima laporan seluruh bencana di Kabupaten Tasikmalaya, mulai dari banjir Kecamatan Karangnunggal, longsor hingga pergerakan tanah di Kecamatan Bantarkalong.

"Artinya Kabupaten Tasikmalaya ini rawan bencana. Dan bencana itu tidak bisa kita tolak hanya berdoa agar tidak terjadi lagi," kata Cecep.

Termasuk, bencana tersebut bisa dihindari dengan adanya perilaku yang baik dengan menjaga lingkungan.

"Dari dulu saya sering bilang hutannya jangan dirusak, apalagi wilayah kita banyak lereng-lereng, sehingga ketika turun hujan akan terjadi bencna bila hutannya rusak. Salah satunya yang terjadi di Wilayah Salopa Lewi Hieum, itu kan lahan Hak Guna Usaha (HGU) itu kan hutan kini menjadi tenaman jagung yang otomatis ketika turun hujan langung longsor, bahkan sudah dua kali," jelas Cecep.

(sud/yum)